6 Fakta Haikal Hassan, Kepala BPJPH yang Ngaku Pernah Bermimpi Bertemu Rasul
Selasa, 05 November 2024 - 17:47 WIB
loading...
Haikal Hassan dilantik menjadi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (22/10/2024). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Haikal Hassan yang telah dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendapat sorotan publik akibat pertanyaannya belum lama ini. Ia menyatakan semua produk yang diperjualbelikan di Indonesia wajib bersertifikat halal.
Menurut Haikal, semua produk baik makanan, minuman, obat, kosmetik, fashion, hingga sembelihan harus mencantumkan sertifikat halal.
Pernyataan Haikal Hassan tersebut lantas menimbulkan banyak kritik dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Mahfud MD yang menyebut jika aturan tersebut diberlakukan akan membuat beragama di negara ini akan jadi terasa sulit.
Baca juga: Haikal Hassan Wajibkan Produk Diperjualbelikan Bersertifikasi Halal, Mahfud MD: Beragama Jadi Terasa Sulit
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra juga turut menyoroti keputusan tersebut.Ia menilai pernyataan itu menyulut tumbuh suburnya intoleransi beragama.
Menurut Haikal, semua produk baik makanan, minuman, obat, kosmetik, fashion, hingga sembelihan harus mencantumkan sertifikat halal.
Pernyataan Haikal Hassan tersebut lantas menimbulkan banyak kritik dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Mahfud MD yang menyebut jika aturan tersebut diberlakukan akan membuat beragama di negara ini akan jadi terasa sulit.
Baca juga: Haikal Hassan Wajibkan Produk Diperjualbelikan Bersertifikasi Halal, Mahfud MD: Beragama Jadi Terasa Sulit
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra juga turut menyoroti keputusan tersebut.Ia menilai pernyataan itu menyulut tumbuh suburnya intoleransi beragama.
6 Fakta Haikal Hassan
1. Keturunan Arab Indonesia
Haikal Hassan lahir pada 21 Oktober 1968 di Jakarta. Garis keturunan Haikal yang berasal dari keluarga Baras menghubungkannya dengan leluhurnya, Ahmad Haikal bin Hasan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras.Lihat Juga :