alexametrics

Ini Pendapat Ketum PP Muhammadiyah Soal Ucapan Selamat Natal

loading...
Ini Pendapat Ketum PP Muhammadiyah Soal Ucapan Selamat Natal
Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Haedar Nashir memberikan pandangannya terkait ucapan selamat Natal. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ucapan Selamat Natal masih menimbulkan pro kontra di masyarakat. Terkait hal itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Haedar Nashir memberikan pandangannya terkait hal itu.

Menurut Haedar, dalam kehidupan beragama ada koridor masing-masing agama. Dimana dimensi itu merupakan keyakinan dan paham yang harus dihormati.

Di sisi lain ada dimensi kemasyarakatan dan kebangsaan yang harus semakin memperluas area untuk bersilaturahmi dan komunikasi serta menjalankan agama dengan baik sehingga pendekatan elite daerah menjadi penting. (Baca juga: Penjelasan PBNU Terkait Natal)



Haedar berharap Natal dan Tahun Baru dijadikan momentum untuk mempererat dan mengikat kembali benang kebangsaan yang mungkin sempat kusut saat pemilu, retak dan tergores saat ada perbedaan kepentingan serta gesekan sosial di masyarakat.

“Saatnya jadikan ini (Natal dan Tahun Baru) menjadi wahana kerohanian berbangsa,” ujar Haedar saat dimintai komentar soal pro-kontra ucapan Natal, Minggu (22/12/2019).

Haedar menjelaskan sebagai implementasinya maka harus terus menghidupkan semangat toleransi satu dengan lain dalam perbedaan. Jika ada masalah harus semakin dewasa dalam menyelesaikan masalah itu serta menjadikan nilai-nilai agama masing-masing menjadi sumber integrasi nasional dan sosial.

”Ini penting sebab dalam kehidupan masyarakat yang majemuk faktor sosial ekonmi dan budaya rentan. Ibarat rumpat kering yang mudah terbakar, tentunya titik bakarnya hanya kecil tetapi bisa meluas. Karena itu mementum Natal dan Tahun Baru harus dijadikan ikhtiar untuk semakin membangun solidaritas politik yang positif sesama anak bangsa,” harapnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak