Kabinet Prabowo Diumumkan Besok Malam usai Gala Dinner Kepala Negara
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu, lanjut dia, Jokowi kemudian meninggalkan Istana dan akan berangkat ke Kota Solo. “Enggak lama kemudian, Pak Jokowi akan meninggalkan Istana menuju Kota Solo. Kira-kira begitu,” pungkas dia.
Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Dr. Verdy Firmantoro mengatakan, komunikasi kabinet pemerintahan baru nantinya harus lebih efektif. Apalagi terkait isu-isu sensitif yang beredar di publik.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintahan ke depan itu mampu membangun yang namanya komunikasi yang lebih integratif. Kita tahu bahwa komunikasi selama ini banyak yang menganggap bahwa semuanya adalah representasi pemerintah,” kata Verdy pada Sabtu (19/10/2024).
Dia melihat bahwa semua menilai jika semua menjadi representasi pemerintah dan komunikasinya tidak satu, tidak terintegrasi, maka berpotensi justru akan mengarah yang disebut dengan blunder komunikasi. “Bahkan juga nanti yang menciptakan yang namanya chaos karena perbedaan-perbedaan komunikasi yang tentunya beragam di pemerintahan,” kata dia.
Ia melihat ada beberapa catatan kritis semasa Presiden Joko Widodo (Jokowi), berkaitan dengan kebijakan di bidang komunikasi dan akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Verdy, pada masa pemerintahan Jokowi ada 4 permasalahan yang terjadi terkait bidang komunikasi.
"Pertama, persoalan blunder komunikasi terutama yang berkaitan dengan isu isu krusial salah satunya saat terjadi Pandemi Covid-19. Kita tahu bagaimana selama pandemi cukup banyak terjadi proses atau blunder komunikasi ini. Dan ini juga bisa menjadi refleksi untuk pemerintahan ke depan meskipun belum tentu akan menghadapi situasi yang sama,” jelasnya.
Verdy juga menyoroti kegagalan pemerintahan saat ini mengomunikasikan sejumlah kebijakan. Salah satunya perihal nasib Ibu Kota Nusantara (IKN), terlebih di akhir masa jabatan akhirnya tidak jadi pindah karena sejumlah alasan infrastuktur dasar.
Kabinet Prabowo-Gibran Harus Bangun Komunikasi yang Lebih Integratif
Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Dr. Verdy Firmantoro mengatakan, komunikasi kabinet pemerintahan baru nantinya harus lebih efektif. Apalagi terkait isu-isu sensitif yang beredar di publik.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintahan ke depan itu mampu membangun yang namanya komunikasi yang lebih integratif. Kita tahu bahwa komunikasi selama ini banyak yang menganggap bahwa semuanya adalah representasi pemerintah,” kata Verdy pada Sabtu (19/10/2024).
Dia melihat bahwa semua menilai jika semua menjadi representasi pemerintah dan komunikasinya tidak satu, tidak terintegrasi, maka berpotensi justru akan mengarah yang disebut dengan blunder komunikasi. “Bahkan juga nanti yang menciptakan yang namanya chaos karena perbedaan-perbedaan komunikasi yang tentunya beragam di pemerintahan,” kata dia.
Ia melihat ada beberapa catatan kritis semasa Presiden Joko Widodo (Jokowi), berkaitan dengan kebijakan di bidang komunikasi dan akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Verdy, pada masa pemerintahan Jokowi ada 4 permasalahan yang terjadi terkait bidang komunikasi.
"Pertama, persoalan blunder komunikasi terutama yang berkaitan dengan isu isu krusial salah satunya saat terjadi Pandemi Covid-19. Kita tahu bagaimana selama pandemi cukup banyak terjadi proses atau blunder komunikasi ini. Dan ini juga bisa menjadi refleksi untuk pemerintahan ke depan meskipun belum tentu akan menghadapi situasi yang sama,” jelasnya.
Verdy juga menyoroti kegagalan pemerintahan saat ini mengomunikasikan sejumlah kebijakan. Salah satunya perihal nasib Ibu Kota Nusantara (IKN), terlebih di akhir masa jabatan akhirnya tidak jadi pindah karena sejumlah alasan infrastuktur dasar.
Lihat Juga :