Jurnalis Televisi Terus Hasilkan Karya Berkualitas demi Kurangi Polusi Informasi
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, banyak karya jurnalistik yang bermanfaat untuk masyarakat tapi belum mendapat perhatian serius. "Penghargaan ini bisa menjadi pemicu untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas lagi," ujarnya.
Sementara itu Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika Prabu Revolusi mengatakan, pers harus tetap ada dan sangat dibutuhkan masyarakat. "Masyarakat dapat konfirmasinya dari media mainstream. Nilai-nilai jurnalisme tidak boleh hilang," katanya.
Meski kondisi media televisi sedang tidak baik-baik saja, tetapi karya jurnalistik yang dihasilkan jurnalis televisi tetap harus terjaga. "Saya tidak bisa membayangkan dunia tanpa ada pers," ujar Prabu sekaligus mengapresiasi upaya IJTI yang menggelar Apresiasi IJTI 2024 untuk jurnalis televisi.
Apresiasi IJTI 2024 mengambil tema "Jurnalisme Televisi Menumbuhkan Optimisme, Mewujudkan Indonesia Maju”. Lebih dari 300 karya jurnalistik televisi dari 19 televisi nasional dan lokal dinilai untuk mendapat Apresiasi IJTI 2024.
Dari jumlah tersebut, IJTI memilih dan memasukkan dalam 5 (lima) kategori yakni Pembangunan Infrastuktur, Teknologi dan Digitalisasi, Ekonomi, Kesehatan, dan Jaminan Sosial. Penilaian karya jurnalistik televisi mempertimbangkan orisinialitas, angle, kesesuain tema, informasi dan sumber, pengemasan dan Kode Etik Jurnalistik serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
Apresiasi IJTI 2024 untuk kategori Pembangunan Infrastruktur diberikan untuk karya jurnalistik berjudul Kebut Proyek MRT Jakarta (RCTI) dan Pembangunan IKN, Apa Saja Fasilitas yang Sudah Tersedia? (Indosiar).
Kategori Teknologi dan Digitalisasi diberikan untuk karya jurnalistik berjudul Digitalisasi, Asa Baru di Bowombaru (CNN Indonesia) dan Layanan Digital Desa Pasar Jati (Kompas TV).
Sementara itu Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika Prabu Revolusi mengatakan, pers harus tetap ada dan sangat dibutuhkan masyarakat. "Masyarakat dapat konfirmasinya dari media mainstream. Nilai-nilai jurnalisme tidak boleh hilang," katanya.
Meski kondisi media televisi sedang tidak baik-baik saja, tetapi karya jurnalistik yang dihasilkan jurnalis televisi tetap harus terjaga. "Saya tidak bisa membayangkan dunia tanpa ada pers," ujar Prabu sekaligus mengapresiasi upaya IJTI yang menggelar Apresiasi IJTI 2024 untuk jurnalis televisi.
Daftar Lengkap Penerima Apresiasi IJTI 2024
Apresiasi IJTI 2024 mengambil tema "Jurnalisme Televisi Menumbuhkan Optimisme, Mewujudkan Indonesia Maju”. Lebih dari 300 karya jurnalistik televisi dari 19 televisi nasional dan lokal dinilai untuk mendapat Apresiasi IJTI 2024.
Dari jumlah tersebut, IJTI memilih dan memasukkan dalam 5 (lima) kategori yakni Pembangunan Infrastuktur, Teknologi dan Digitalisasi, Ekonomi, Kesehatan, dan Jaminan Sosial. Penilaian karya jurnalistik televisi mempertimbangkan orisinialitas, angle, kesesuain tema, informasi dan sumber, pengemasan dan Kode Etik Jurnalistik serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
Apresiasi IJTI 2024 untuk kategori Pembangunan Infrastruktur diberikan untuk karya jurnalistik berjudul Kebut Proyek MRT Jakarta (RCTI) dan Pembangunan IKN, Apa Saja Fasilitas yang Sudah Tersedia? (Indosiar).
Kategori Teknologi dan Digitalisasi diberikan untuk karya jurnalistik berjudul Digitalisasi, Asa Baru di Bowombaru (CNN Indonesia) dan Layanan Digital Desa Pasar Jati (Kompas TV).
Lihat Juga :