PP Muhammadiyah Tegaskan Tidak Terima Donasi dari China Soal Uighur

Senin, 16 Desember 2019 - 17:51 WIB
PP Muhammadiyah Tegaskan...
PP Muhammadiyah Tegaskan Tidak Terima Donasi dari China Soal Uighur
A A A
JAKARTA - Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menegaskan tidak pernah menerima donasi apapun dari Pemerintah China. Pernyataan ini disampaikan untuk membantah Wall Street Journal yang menuduh Muhammadiyah dibayar agar tidak mengkritik soal kondisi Muslim Uighur.

“Muhammadiyah tidak menerima donasi dari Pemerintah China dalam bentuk apapun, dalam bentuk apapun,” tegas Mu’ti dalam Konferensi Pers di Aula Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Mu’ti juga mengatakan bahwa sikap Muhammadiyah tidak pernah berubah terkait pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur. “Muhammadiyah akan senantiasa menyampaikan sikap dan pandangannya berdasarkan prinsip-prinsip dakwah amar ma'ruf nahi munkar,” ujarnya.

“Oleh karena itu maka dalam kaitanya dengan pelanggaran hak asasi manusia itu, Muhammadiyah akan senantiasa bersikap tegas dan menentang segala bentuk pelanggaran HAM dimanapun oleh siapapun, kepada siapapun,” jelas Mu’ti. (Baca juga: PP Muhammadiyah Keluarkan 7 Pernyataan Sikap Soal Muslim Uighur )

Karena itu, pihaknya merasa perlu mengeluarkan pernyataan lewat jumpa pers ini. Pasalnya, Muhammadiyah melihat pelanggaran HAM itu tidak hanya terjadi di Uighur, tetapi juga terjadi di Rohingya, Palestina, Yaman.

"Tidak pernah disebut kemudian akhir-akhir ini terjadi di India dan beberapa kawasan yang lainnya. Ini saya kira prinsip yang menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah,” jelas Mu’ti.

Bahkan pelanggaran HAM di Indonesia pun, tegas Mu’ti bahwa Muhammadiyah juga menyampaikan sikap dan pandangan yang sama. “Sebagaimana sampaikan Pak Haedar (Ketua Umum PP Muhammadiyah) tadi, soal hak asasi manusia itu bukan semata-mata berkaitan dengan soal agama tertentu khususnya agama Islam tetapi soal kemanusiaan.

“Dan karena itu maka sikap Muhammadiyah terhadap HAM ini adalah sikap yang mencerminkan konsistensi Muhammadiyah dalam melakukan perlindungan dan pembelaan terhadap manusia dan kemanusiaan. Saya kira Itu jawaban saya,” tandas Mu’ti.
(kri)
Berita Terkait
3 Pelanggaran HAM yang...
3 Pelanggaran HAM yang Dilakukan China kepada Warga Muslim Uighur
Soal Muslim Uighur,...
Soal Muslim Uighur, DPR: China Tinggal Buktikan Tak Ada Pelanggaran HAM
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Alihkan Isu Pelanggaran HAM Muslim Uighur
Inggris Umumkan Sanksi...
Inggris Umumkan Sanksi Bisnis Terkait Pelanggaran HAM di Xinjiang
Miliarder Ini Ngaku...
Miliarder Ini Ngaku Tak Peduli Soal Penindasan Muslim Uighur di China
Biden: China Akan Membayar...
Biden: China Akan Membayar Atas Pelanggaran HAM Muslim Uighur
Berita Terkini
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved