Calon Tunggal di Pilkada Imbas Perilaku Parpol Ambil Jalan Praktis

Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:58 WIB
loading...
Calon Tunggal di Pilkada...
Pengamat Politik dari Unpad, Idil Akbar mengatakan pilkada dengan calon tunggal diakibatkan oleh perilaku parpol yang tidak percaya diri untuk memajukan kadernya sendiri. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemilihan kepala daerah ( Pilkada) Serentak 2020 dihantui banyak calon tunggal. Setidaknya ada 30 daerah yang berpotensi menyajikan pertarungan lawan kotak kosong.

Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Idil Akbar mengatakan pilkada dengan calon tunggal diakibatkan oleh perilaku partai politik (parpol) yang tidak percaya diri untuk memajukan kadernya sendiri. Parpol gagal dalam menjalankan rekrutmen atau kaderisasi politik. (Baca juga: Hanafi Rais Mundur dari DPR sejak Mei, Ini Alasan PAN Belum Lakukan PAW)

“(Parpol) melihat calon yang berbasiskan kemampuan finansial dan politik, terutama sisi popularitas dan elektabilitas. Kemudian, parpol mengambil jalan praktis mencalonkan yang mempunyainya peluang besar untuk menang,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews , Kamis (27/8/2020).

Jumlah calon tunggal pada setiap pilkada terus meningkat. Pada Pilkada Serentak 2017 ada 9 daerah. Daerah-daerah itu, antara lain Kabupaten Pati, Buton, Tulang Bawang, serta Kota Sorong, dan Jayapura.

Tahun berikutnya, jumlahnya meningkat menjadi 19 daerah. Wilayah menggelar pilkada tunggal itu, antara lain Kabupaten Tangerang, Prabumulih, Lebak, Minahasa Tenggara, Karanganyar.

Pilkada tahun ini, beberapa daerah yang berpotensi menggelar pilkada dengan calon tunggal, antara lain Kabupaten Ngawi, Semarang, Sragen, Boyolali, dan Pematang Siantar. “(Kalau terjadi) Berarti ada peningkatan yang luar biasa di tahun 2020,” ucap Idil.

Idil menerangkan pilkada dengan calon tunggal akan berimplikasi pada jalannya pemerintahan. Dari semua pilkada calon tunggal, hanya di Kota Makassar, kotak kosong menang.

Idil memaparkan dengan dukungan semua parpol di legislatif akan berdampak pada stabilitas jalannya pemerintahan. Negatifnya, tidak ada oposisi yang mengkritisi setiap program dan kebijakan yang dikeluarkan oleh kepala daerah dan jajarannya. (Baca juga: Jokowi Kembali Tegaskan Pangkas Eselon PNS Tanpa Kurangi Pendapatan)

“Mungkin ada tapi tidak bisa frontal menjalankannya. Ini menjadi satu yang tidak baik di dalam demokrasi pemerintahan. Bagaimanapun legislatif harus mengawasi eksekutif sehingga tidak keluar jalur,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved