Cegah Urbanisasi, Kemendagri Dorong Aparatur Desa Ciptakan Desa Bahagia
Rabu, 25 September 2024 - 08:18 WIB
loading...
Dirjen Bina Pemdes Kemendagri La Ode Ahmad P Bolombo mendorong para aparatur desa untuk menciptakan desa bahagia (happy village) guna mencegah urbanisasi. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) La Ode Ahmad P Bolombo mendorong para aparatur desa untuk menciptakan desa bahagia (happy village). Hal ini sebagai upaya untuk mencegah urbanisasi.
"Kalau dia bahagia di kampungnya, dia tidak akan meninggalkan kampungnya, desanya, tidak terjadi urbanisasi," katanya saat Pengarahan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa Tahun 2024, di Sorong, Papua Barat, Selasa (24/9/2024).
La Ode mengingatkan kembali tentang apa yang disampaikan Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Dalam beberapa kali kesempatan, Tito menjelaskan, bagaimana orang-orang desa di negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan (Korsel) berbondong-bondong meninggalkan desanya. "Padahal yang paling natural, segala yang asri ada di desa," ujarnya.
Baca juga: Kemendagri Ungkap Langkah Strategis Pengendalian Inflasi Daerah
Tak ingin fenomena di negara-negara maju tersebut terjadi di Indonesia, maka pemerintah pusat membuat Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). Program ini merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia (World Bank).
Selain Kemendagri, Program ini juga melibatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDTT) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK). "Ini yang coba kita rajut, sehingga kita tingkatkan kapasitasnya, kompetensinya, dan wawasannya," ujarnya.
Baca juga: Daftar Lengkap 36 Brigjen TNI yang Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto di September 2024
"Kalau dia bahagia di kampungnya, dia tidak akan meninggalkan kampungnya, desanya, tidak terjadi urbanisasi," katanya saat Pengarahan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa Tahun 2024, di Sorong, Papua Barat, Selasa (24/9/2024).
La Ode mengingatkan kembali tentang apa yang disampaikan Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Dalam beberapa kali kesempatan, Tito menjelaskan, bagaimana orang-orang desa di negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan (Korsel) berbondong-bondong meninggalkan desanya. "Padahal yang paling natural, segala yang asri ada di desa," ujarnya.
Baca juga: Kemendagri Ungkap Langkah Strategis Pengendalian Inflasi Daerah
Tak ingin fenomena di negara-negara maju tersebut terjadi di Indonesia, maka pemerintah pusat membuat Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). Program ini merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia (World Bank).
Selain Kemendagri, Program ini juga melibatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDTT) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK). "Ini yang coba kita rajut, sehingga kita tingkatkan kapasitasnya, kompetensinya, dan wawasannya," ujarnya.
Baca juga: Daftar Lengkap 36 Brigjen TNI yang Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto di September 2024
Lihat Juga :