Hari Tani Nasional 2024, Fadli Zon: HKTI Optimistis Prabowo Bakal Sejahterakan Petani
Selasa, 24 September 2024 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
HKTI memandang kesejahteraan petani di Pemerintahan Prabowo akan semakin diperjuangkan. Kunci ketersediaan pangan adalah kesejahteraan petani. Jika petani tak sejahtera, mereka akan pindah ke profesi lain dan mengubah lahan pertaniannya menjadi lahan non-pertanian. Ketika itu terjadi, maka masa depan pangan Indonesia akan terancam.
Baca juga: Ketua Umum DPN HKTI Fadli Zon: Kebijakan Pangan Kita Mestinya Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen
Fadli Zon menyebut, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, HKTI telah memberikan masukan kepada Presiden terpilih mengenai sejumlah isu krusial. Pertama, soal produktivitas. Setidaknya ada tiga persoalan terkait produktivitas yang perlu dibenahi, yaitu soal lahan, benih dan pupuk.
”Kami melihat bahwa agenda reforma agraria harus dilakukan lebih masif dan sistematis, karena angka kepemilikan lahan petani kita sangat kecil. Benih yang menjadi faktor terbesar dari kesuksesan usaha tani harus tersedia dan dijamin unggul. Begitu juga ketersediaan pupuk harus dijamin sesuai kebutuhan, dosis dan tepat waktu,” katanya.
Kedua, soal subsidi dan pemberian insentif bagi petani. HKTI sejak lama telah menyampaikan petani harus diberi insentif, terutama terkait harga output. HKTI mengusulkan agar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah tiap tahun harus direvisi dan menjamin petani untung. HKTI telah menyampaikan usulan kepada presiden terpilih agar HPP harus menjamin 30% keuntungan bagi petani.
Baca juga: Ketua Umum DPN HKTI Fadli Zon: Kebijakan Pangan Kita Mestinya Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen
Fadli Zon menyebut, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, HKTI telah memberikan masukan kepada Presiden terpilih mengenai sejumlah isu krusial. Pertama, soal produktivitas. Setidaknya ada tiga persoalan terkait produktivitas yang perlu dibenahi, yaitu soal lahan, benih dan pupuk.
”Kami melihat bahwa agenda reforma agraria harus dilakukan lebih masif dan sistematis, karena angka kepemilikan lahan petani kita sangat kecil. Benih yang menjadi faktor terbesar dari kesuksesan usaha tani harus tersedia dan dijamin unggul. Begitu juga ketersediaan pupuk harus dijamin sesuai kebutuhan, dosis dan tepat waktu,” katanya.
Kedua, soal subsidi dan pemberian insentif bagi petani. HKTI sejak lama telah menyampaikan petani harus diberi insentif, terutama terkait harga output. HKTI mengusulkan agar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah tiap tahun harus direvisi dan menjamin petani untung. HKTI telah menyampaikan usulan kepada presiden terpilih agar HPP harus menjamin 30% keuntungan bagi petani.
Lihat Juga :