Dradjad Wibowo Bocorkan Menteri Kabinet Prabowo-Gibran
Kamis, 19 September 2024 - 21:26 WIB
loading...
A
A
A
“Sementara itu di kabinet Presiden Jokowi ada tiga Ketum parpol KIM lain yang juga menjadi menteri, yaitu Menteri Bahlil Lahadalia (Ketum Golkar), Menteri Zulhas (Ketum PAN Zulkifli Hasan), dan Menteri AHY (Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono). Tentu sangat wajar jika Presiden Prabowo nanti mengangkat mereka sebagai menteri,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto ingin membuat kabinet zaken. Nantinya, kata dia, figur yang duduk di kabinet tersebut merupakan profesional yang ahli dalam bidang tertentu meski diusulkan dari partai politik.
"Pak Prabowo ingin ini adalah sebuah pemerintahan zaken kabinet. Di mana yang duduk adalah orang-orang yang ahli di bidangnya, meskipun yang bersangkutan berasal atau diusulkan dari partai politik," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Baca juga: Prabowo Ingin Bentuk Kabinet Zaken, Gerindra: Orang-orang Ahli meski dari Parpol
Dengan begitu, kata Muzani, tidak ada kehilangan relevansi terkait kepakaran calon menteri dengan nomenklatur yang akan diduduki. "Sehingga tidak kehilangan relevansinya di jabatan yang diduduki, karena yang bersangkutan memiliki keahlian dari jabatan yang disandang," ucap Muzani.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto ingin membuat kabinet zaken. Nantinya, kata dia, figur yang duduk di kabinet tersebut merupakan profesional yang ahli dalam bidang tertentu meski diusulkan dari partai politik.
"Pak Prabowo ingin ini adalah sebuah pemerintahan zaken kabinet. Di mana yang duduk adalah orang-orang yang ahli di bidangnya, meskipun yang bersangkutan berasal atau diusulkan dari partai politik," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Baca juga: Prabowo Ingin Bentuk Kabinet Zaken, Gerindra: Orang-orang Ahli meski dari Parpol
Dengan begitu, kata Muzani, tidak ada kehilangan relevansi terkait kepakaran calon menteri dengan nomenklatur yang akan diduduki. "Sehingga tidak kehilangan relevansinya di jabatan yang diduduki, karena yang bersangkutan memiliki keahlian dari jabatan yang disandang," ucap Muzani.
Lihat Juga :