15 Juta Orang Indonesia Bisa Divaksinasi Covid Akhir 2020
Kamis, 27 Agustus 2020 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Untuk kerja sama Kimia Farma dengan G-42 UEA, sambung Erick, pada saat ini sudah dilakukan uji klinis sendiri di UEA terhadap 45.000 relawan dari 85 suku bangsa. Indonesia juga sudah mengirimkan tim ke sana untuk melakukan reviu terhadap uji klinis tersebut dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia juga sudah ke sana untuk menyinkronkan sistem uji klinis dengan BPOM UEA.
“Sistemnya berjalan dengan baik dan BPOM kita bisa menerima uji klinis yang berjalan di UEA,” jelas Erick.
Adapun kapasitas UEA, menurut Erick, ada 220 juta per tahun dan komitmen dengan Indonesia untuk 2020 adalah 10 juta vaksin dan 50 juta vaksin untuk 2021. Jadi, jika diakumulasi, UEA dan China adalah 30 juta vaksin di 2020 ini. Namun, karena vaksinasinya butuh 2 kali, maka ada 15 juta orang yang divaksinasi pada akhir 2020 ini.
“Satu orang memerlukan 2 dosis, 15 juta orang yang bisa divaksin di akhir 2020. Tentu kalau uji klinisnya berjalan baik. Untuk 2021, total komitmen kita masih me-rate ada yang 290 juta sampai 340 juta. Dan saya tekankan ini ada 2 kali dosis dalam penyuntikan dengan jeda 2 minggu,” ujarnya.
“Sistemnya berjalan dengan baik dan BPOM kita bisa menerima uji klinis yang berjalan di UEA,” jelas Erick.
Adapun kapasitas UEA, menurut Erick, ada 220 juta per tahun dan komitmen dengan Indonesia untuk 2020 adalah 10 juta vaksin dan 50 juta vaksin untuk 2021. Jadi, jika diakumulasi, UEA dan China adalah 30 juta vaksin di 2020 ini. Namun, karena vaksinasinya butuh 2 kali, maka ada 15 juta orang yang divaksinasi pada akhir 2020 ini.
“Satu orang memerlukan 2 dosis, 15 juta orang yang bisa divaksin di akhir 2020. Tentu kalau uji klinisnya berjalan baik. Untuk 2021, total komitmen kita masih me-rate ada yang 290 juta sampai 340 juta. Dan saya tekankan ini ada 2 kali dosis dalam penyuntikan dengan jeda 2 minggu,” ujarnya.
(nbs)
Lihat Juga :