Paus Fransiskus Sebut Persaudaraan adalah Sebuah Permadani Besar dari Benang Cinta
Rabu, 04 September 2024 - 21:16 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus menyebut bahwa persaudaraan merupakan permadani besar dari benang cinta. Foto/Arif Julianto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus menyebut bahwa persaudaraan merupakan permadani besar dari benang cinta. Sehingga persaudaraan dinilai dapat mengatasi rintangan-rintangan dari semua perbedaan.
"Perumpamaan lainnya tentang persaudaraan adalah sebuah permadani besar dari benang cinta yang melintasi lautan mengatasi rintangan-rintangan dan merangkul semua perbedaan membuat semua orang menjadi sehati dan sejiwa," ujarnya dalam audiensi di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (4/9/2024).
Baca juga: Paus Fransiskus: Indonesia Bersatu dan Damai seperti Dicerminkan Prinsip Pancasila
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa motto dari kunjungan ini adalah persaudaraan, di mana menghidupi persaudaraan antara lain menyambut satu sama lain, mengakui satu sama lain sebagai sederajat dalam perbedaan.
"Menghidupi persaudaraan karenanya menyambut satu sama lain, mengakui satu sama lain sebagai sederajat dalam perbedaan nilai ini pun akrab dengan gereja Indonesia dan diperlihatkan melalui keterbukaan dengan yang kalian semua menunjukkan beragam kenyataan dari dalam dan luar yang dijumpai dalam tingkat dan budaya etnik sosial dan agama," tutur dia.
"Perumpamaan lainnya tentang persaudaraan adalah sebuah permadani besar dari benang cinta yang melintasi lautan mengatasi rintangan-rintangan dan merangkul semua perbedaan membuat semua orang menjadi sehati dan sejiwa," ujarnya dalam audiensi di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (4/9/2024).
Baca juga: Paus Fransiskus: Indonesia Bersatu dan Damai seperti Dicerminkan Prinsip Pancasila
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa motto dari kunjungan ini adalah persaudaraan, di mana menghidupi persaudaraan antara lain menyambut satu sama lain, mengakui satu sama lain sebagai sederajat dalam perbedaan.
"Menghidupi persaudaraan karenanya menyambut satu sama lain, mengakui satu sama lain sebagai sederajat dalam perbedaan nilai ini pun akrab dengan gereja Indonesia dan diperlihatkan melalui keterbukaan dengan yang kalian semua menunjukkan beragam kenyataan dari dalam dan luar yang dijumpai dalam tingkat dan budaya etnik sosial dan agama," tutur dia.
Lihat Juga :