Pusat Bahasa Danai Kegiatan Literasi TBM Masure di Pulau Halmahera
Senin, 02 September 2024 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
baca juga:Aktivis Medsos: Sudah Waktunya Literasi Digital Masuk dalam Kurikulum Pendidikan
Elzam menambahkan, kawasan timur, khususnya di Maluku Utara masih jauh tertinggal di bidang pendidikan dan budaya literasi. “Aktivitas membaca dan menulis pun, fondasi awalnya adalah bisa membaca aksara dulu. Ini realitas yang kami temui, jauh sebelum viral di sosmed soal siswa SMP belum bisa membaca di Pulau Jawa beberapa waktu lalu,” katanya.
Selain TBM Masure, terdapat lima komunitas lain di Maluku Utara yang memperoleh bantuan serupa. Mereka adalah Sabua Baca Pustaka Rimba, Teras Baca Umi dan Taman Baca Lolube (Ternate), Literasi Jagaloa Afa-afa (Tidore Kepulauan), serta Lela Baca Fahahu (Kepulauan Sula).
Sebelum mendapat bantuan dan melaksanakan kegiatan, enam komunitas tersebut mendapat Pembekalan Calon Penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) untuk Komunitas Penggerak Literasi 2024 di The Sultan Hotel dan Residence Jakarta, 27-30 Agustus 2024 bersama ratusan komunitas daerah lain.
Plt Kepala Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafid Muksin, pada pembukaan pembekalan yang berlangsung Selasa (27/08/2024) di hadapan 340 komunitas, menjelaskan banpem adalah bukti Negara hadir di tengah komunitas sastra dan literasi.
Elzam menurutkan, bantuan pemerintah sudah dilakukan sejak 2023 untuk komunitas sastra. 2024 ini untuk pertama kali diberikan bagi komunitas penggerak literasi. “Dana Rp50 juta ini sebenarnya tidak sebanding dengan pengorbanan penggerak literasi di Indonesia yang selama ini berkegiatan secara mandiri dan swadaya,” ujarnya.
Elzam menambahkan, kawasan timur, khususnya di Maluku Utara masih jauh tertinggal di bidang pendidikan dan budaya literasi. “Aktivitas membaca dan menulis pun, fondasi awalnya adalah bisa membaca aksara dulu. Ini realitas yang kami temui, jauh sebelum viral di sosmed soal siswa SMP belum bisa membaca di Pulau Jawa beberapa waktu lalu,” katanya.
Selain TBM Masure, terdapat lima komunitas lain di Maluku Utara yang memperoleh bantuan serupa. Mereka adalah Sabua Baca Pustaka Rimba, Teras Baca Umi dan Taman Baca Lolube (Ternate), Literasi Jagaloa Afa-afa (Tidore Kepulauan), serta Lela Baca Fahahu (Kepulauan Sula).
Sebelum mendapat bantuan dan melaksanakan kegiatan, enam komunitas tersebut mendapat Pembekalan Calon Penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) untuk Komunitas Penggerak Literasi 2024 di The Sultan Hotel dan Residence Jakarta, 27-30 Agustus 2024 bersama ratusan komunitas daerah lain.
Plt Kepala Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafid Muksin, pada pembukaan pembekalan yang berlangsung Selasa (27/08/2024) di hadapan 340 komunitas, menjelaskan banpem adalah bukti Negara hadir di tengah komunitas sastra dan literasi.
Elzam menurutkan, bantuan pemerintah sudah dilakukan sejak 2023 untuk komunitas sastra. 2024 ini untuk pertama kali diberikan bagi komunitas penggerak literasi. “Dana Rp50 juta ini sebenarnya tidak sebanding dengan pengorbanan penggerak literasi di Indonesia yang selama ini berkegiatan secara mandiri dan swadaya,” ujarnya.
Lihat Juga :