Gelar Harlah, BWI Optimalkan Potensi Wakaf Uang Rp180 Triliun
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, BWI ingin mengaktifkan semua instrumen wakaf untuk menggali potensi wakaf lebih maksimal. "Kita ajak bersama-sama memperluaskan (gerakan wakaf), karena terkait wakaf ini tingkat literasi masyarakat kita masih belum tinggi, masih rendah," ujarnya.
Menurut Kamaruddin, butuh ikhtiar berkelanjutan untuk terus menyebarluaskan pengetahuan tentang wakaf di tengah masyarakat sekaligus mengajak masyarakat untuk berwakaf.
Dari Rp180 triliun potensi wakaf uang di Indonesia, menurut BWI, yang tergarap saat ini secara nasional baru Rp2,5 triliun. Dia optimistis potensi wakaf akan terus tergali sehingga terus berkembang.
"Kita akan mengajak seluruh kementerian, seluruh civil society, masjid-masjid, calon-calon pengantin, calon-calon jamaah haji dan jamaah umrah, mengajak teman-teman pers juga bisa bersama-sama menyebarluaskan (gerakan wakaf)," katanya.
BWI membayangkan suatu saat nanti anak-anak muda Indonesia memiliki gaya hidup untuk berwakaf. Maka tantangan bagi BWI adalah memfasilitasi mereka, menciptakan instrumen yang mudah dijangkau oleh anak-anak muda. Misalnya instrumen digital agar mereka bisa berwakaf dengan lebih mudah.
Menurut Kamaruddin, butuh ikhtiar berkelanjutan untuk terus menyebarluaskan pengetahuan tentang wakaf di tengah masyarakat sekaligus mengajak masyarakat untuk berwakaf.
Dari Rp180 triliun potensi wakaf uang di Indonesia, menurut BWI, yang tergarap saat ini secara nasional baru Rp2,5 triliun. Dia optimistis potensi wakaf akan terus tergali sehingga terus berkembang.
"Kita akan mengajak seluruh kementerian, seluruh civil society, masjid-masjid, calon-calon pengantin, calon-calon jamaah haji dan jamaah umrah, mengajak teman-teman pers juga bisa bersama-sama menyebarluaskan (gerakan wakaf)," katanya.
BWI membayangkan suatu saat nanti anak-anak muda Indonesia memiliki gaya hidup untuk berwakaf. Maka tantangan bagi BWI adalah memfasilitasi mereka, menciptakan instrumen yang mudah dijangkau oleh anak-anak muda. Misalnya instrumen digital agar mereka bisa berwakaf dengan lebih mudah.
(jon)
Lihat Juga :