Merasa Tak Dimarahi Megawati, Airin: Bentuk Sayang Sesama Perempuan
Selasa, 27 Agustus 2024 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, Megawati merupakan presiden perempuan pertama Indonesia yang hingga saat ini namanya masih berkiprah di kancah perpolitikan nasional.
Baca juga: Golkar Berbalik Arah Dukung Airin-Ade di Pilkada Banten, Batal Dukung Andra-Dimyati
"Presiden Indonesia perempuan yang pertama di Indonesia adalah Ibu Mega. Beliau juga hal-hal yang baik yang disampaikan kepada saya. Perempuan harus kuat, perempuan harus tegas, perempuan harus turun ke lapangan, kampanye tidak hanya sekadar sapa saja tapi bagaimana melihat, merasakan, dan juga perikemanusiaan terhadap masyarakat," tegas Airin.
Airin juga menegaskan tak mengambil pusing dengan apa yang ada di sosial media. "Itu banyak hal-hal yang positifnya. Nah terlepas dari apa pun saya enggak tahu trending topic-nya apa karena banyak kan trending topic-nya, ada yang kemarin, ada yang hari ini, ada yang sebelumnya."
"Tapi makasih banyak teman-teman media yang sudah menyampaikan, menceritakan, tentu siapa saya, siapa Pak Ade apa Partai Golkar, bagaimana Partai PDI Perjuangan, dan dampak lainnya, tentu ada positif negatif," pungkasnya.
Baca juga: Golkar Berbalik Arah Dukung Airin-Ade di Pilkada Banten, Batal Dukung Andra-Dimyati
"Presiden Indonesia perempuan yang pertama di Indonesia adalah Ibu Mega. Beliau juga hal-hal yang baik yang disampaikan kepada saya. Perempuan harus kuat, perempuan harus tegas, perempuan harus turun ke lapangan, kampanye tidak hanya sekadar sapa saja tapi bagaimana melihat, merasakan, dan juga perikemanusiaan terhadap masyarakat," tegas Airin.
Airin juga menegaskan tak mengambil pusing dengan apa yang ada di sosial media. "Itu banyak hal-hal yang positifnya. Nah terlepas dari apa pun saya enggak tahu trending topic-nya apa karena banyak kan trending topic-nya, ada yang kemarin, ada yang hari ini, ada yang sebelumnya."
"Tapi makasih banyak teman-teman media yang sudah menyampaikan, menceritakan, tentu siapa saya, siapa Pak Ade apa Partai Golkar, bagaimana Partai PDI Perjuangan, dan dampak lainnya, tentu ada positif negatif," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :