Generasi Muda Didorong Aktualisasi Semangat Kemerdekaan melalui Pengamalan Pancasila
Senin, 19 Agustus 2024 - 23:38 WIB
loading...
A
A
A
Ketika membahas upaya menangkal radikalisme, kata Zastrouw, Pancasila adalah penawar yang paling efektif. Namun, ia juga menyoroti bahwa implementasi Pancasila belum sepenuhnya nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya perlu menekankan pentingnya aktualisasi Pancasila dalam bentuk nyata, sehingga dapat menjadi pengikat yang efektif di tengah keberagaman bangsa. Sejatinya, Pancasila memberikan ruang bagi setiap manusia untuk mengaktualisasikan pandangan keagamaan secara manusiawi. Konsep ‘ketuhanan yang berkebudayaan’ yang digaungkan oleh Bung Karno adalah wujud dari beragama secara manusiawi, yang mencakup penciptaan kesejahteraan dan keadilan sosial," ujarnya.
Untuk menghadapi radikalisme di kalangan generasi muda, Zastrouw menyoroti pentingnya keteladanan dan praktik-praktik hidup yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, anak muda di masa sekarang tidak bisa lagi hanya dijejali narasi dan retorika para pemimpin negeri ini.
Keteladanan dari para pemimpin bangsa dalam beragama dan bermasyarakat menjadi inspirasi penting bagi generasi muda. Keteladanan ini tidak hanya dalam bentuk ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dapat dilihat dan dijadikan rujukan.
Selain itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Jejaring Dunia Santri itu juga menekankan perlunya mengarusutamakan praktik-praktik hidup yang mencerminkan Pancasila. Ia memberikan contoh bagaimana di kampung-kampung dan desa-desa, banyak terdapat praktik kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong-royong dan kerukunan antarumat beragama.
"Saya perlu menekankan pentingnya aktualisasi Pancasila dalam bentuk nyata, sehingga dapat menjadi pengikat yang efektif di tengah keberagaman bangsa. Sejatinya, Pancasila memberikan ruang bagi setiap manusia untuk mengaktualisasikan pandangan keagamaan secara manusiawi. Konsep ‘ketuhanan yang berkebudayaan’ yang digaungkan oleh Bung Karno adalah wujud dari beragama secara manusiawi, yang mencakup penciptaan kesejahteraan dan keadilan sosial," ujarnya.
Untuk menghadapi radikalisme di kalangan generasi muda, Zastrouw menyoroti pentingnya keteladanan dan praktik-praktik hidup yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, anak muda di masa sekarang tidak bisa lagi hanya dijejali narasi dan retorika para pemimpin negeri ini.
Keteladanan dari para pemimpin bangsa dalam beragama dan bermasyarakat menjadi inspirasi penting bagi generasi muda. Keteladanan ini tidak hanya dalam bentuk ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dapat dilihat dan dijadikan rujukan.
Selain itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Jejaring Dunia Santri itu juga menekankan perlunya mengarusutamakan praktik-praktik hidup yang mencerminkan Pancasila. Ia memberikan contoh bagaimana di kampung-kampung dan desa-desa, banyak terdapat praktik kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong-royong dan kerukunan antarumat beragama.
Lihat Juga :