Atasi Gizi Buruk, FOI Target Dirikan 1.000 Lumbung Pangan
Senin, 19 Agustus 2024 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
"Budaya kita telah lama mengajarkan pentingnya keberlanjutan dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal pangan," kata Hilmar Farid.
General Manager Bentara Budaya, Ilham Khoiri juga menyoroti pentingnya inisiatif ini. "Inisiatif ini bukan hanya soal mengatasi masalah pangan saat ini, tetapi juga membangun kesadaran budaya tentang pentingnya ketahanan pangan untuk masa depan. Kami di Bentara Budaya mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya kita," katanya.
Sebagai bagian dari Kongres III, FOI juga menyelenggarakan Pasar Rakyat Mustikarasa, yang menampilkan beragam produk pangan lokal dan hasil pertanian berkelanjutan. Pasar ini bertujuan mempromosikan pangan lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya memilih produk yang sehat dan ramah lingkungan.
Kongres ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga sosial, akademisi, dan komunitas lokal. Diharapkan, melalui kongres ini, akan terjalin kolaborasi yang lebih kuat untuk mewujudkan transformasi sistem pangan Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan lokal. (nuriwan)
General Manager Bentara Budaya, Ilham Khoiri juga menyoroti pentingnya inisiatif ini. "Inisiatif ini bukan hanya soal mengatasi masalah pangan saat ini, tetapi juga membangun kesadaran budaya tentang pentingnya ketahanan pangan untuk masa depan. Kami di Bentara Budaya mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya kita," katanya.
Sebagai bagian dari Kongres III, FOI juga menyelenggarakan Pasar Rakyat Mustikarasa, yang menampilkan beragam produk pangan lokal dan hasil pertanian berkelanjutan. Pasar ini bertujuan mempromosikan pangan lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya memilih produk yang sehat dan ramah lingkungan.
Kongres ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga sosial, akademisi, dan komunitas lokal. Diharapkan, melalui kongres ini, akan terjalin kolaborasi yang lebih kuat untuk mewujudkan transformasi sistem pangan Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan lokal. (nuriwan)
(abd)
Lihat Juga :