Oposisi atau Koalisi di Pemerintahan Prabowo-Gibran, PDIP Tunggu Keputusan Megawati
Minggu, 18 Agustus 2024 - 20:30 WIB
loading...
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya belum menentukan sikap apakah akan bergabung atau menjadi oposisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming untuk lima tahun ke depan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP , Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya belum menentukan sikap apakah akan bergabung atau menjadi oposisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming untuk lima tahun ke depan. Hasto menegaskan sampai saat ini partai berlambang banteng itu masih menunggu keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Ya posisi PDIP itu jalan kerakyatan. Kita lihat bagaimana national call memanggil kami dan itu akan diputuskan dalam Ibu Megawati Soekarnoputri, termasuk di dalam Kongres yang akan datang," ujar Hasto kepada wartawan di Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2024).
Baca juga: Pilkada Jakarta Strategis, PDIP: Tak Boleh Lawan Kotak Kosong atau Calon Boneka
Saat ini, kata Hasto, PDIP masih fokus dalam menggerakkan moral dan kebenaran tanpa takut akan intimidasi. Terlebih saat ini Indonesia tengah merayakan HUT ke-79.
"Tugas kita sekarang adalah menggerakkan kekuatan moral, keluaran kebenaran. Tugas kita mendorong dengan bulan Agustus ini tidak ada orang yang takut intimidasi dan mari kita tempatkan kekuasaan pada wataknya untuk rakyat, bukan keluarga," jelasnya.
"Ya posisi PDIP itu jalan kerakyatan. Kita lihat bagaimana national call memanggil kami dan itu akan diputuskan dalam Ibu Megawati Soekarnoputri, termasuk di dalam Kongres yang akan datang," ujar Hasto kepada wartawan di Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2024).
Baca juga: Pilkada Jakarta Strategis, PDIP: Tak Boleh Lawan Kotak Kosong atau Calon Boneka
Saat ini, kata Hasto, PDIP masih fokus dalam menggerakkan moral dan kebenaran tanpa takut akan intimidasi. Terlebih saat ini Indonesia tengah merayakan HUT ke-79.
"Tugas kita sekarang adalah menggerakkan kekuatan moral, keluaran kebenaran. Tugas kita mendorong dengan bulan Agustus ini tidak ada orang yang takut intimidasi dan mari kita tempatkan kekuasaan pada wataknya untuk rakyat, bukan keluarga," jelasnya.
Lihat Juga :