Bicara Sosok yang Mau Ambil Alih PDIP, Hasto: Habis Manis Sepah Dibuang
Kamis, 15 Agustus 2024 - 12:45 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi ucapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut ada sosok ingin mengambil alih partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu. Foto/Danandaya Arya Putra
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menanggapi ucapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut ada sosok ingin mengambil alih partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu. Namun, menurut Hasto, upaya itu tak berhasil.
Hasto enggan merinci apakah sosok yang mencoba menggoyang PDIP dari internal partai atau eksternal. Namun dia merasakan ada upaya konsolidasi kekuasaan yang berupaya menggoyang partainya.
"Ya teman-teman pers kan sudah bisa merasakan. Ada upaya untuk melakukan konsolidasi kekuasaan. Bahkan ada sosok penting yang berjuang menjalankan perintah dari pemimpin itu," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Baca juga: Isu PDIP Bakal Diambil Alih, Hasto Tegaskan Semua Kader Banteng Siap Bertaruh Nyawa
Namun, sosok yang mencoba patuh atas perintah atasannya kini justru dibuang. Dia bahkan mengatakan hal tersebut layaknya pepatah habis manis sepah dibuang.
"Tetapi kemudian orang mengatakan, habis manis sepah dibuang. Padahal segala cara juga sudah coba dilakukan untuk memenuhi kehendak pemimpin," katanya.
Hasto enggan merinci apakah sosok yang mencoba menggoyang PDIP dari internal partai atau eksternal. Namun dia merasakan ada upaya konsolidasi kekuasaan yang berupaya menggoyang partainya.
"Ya teman-teman pers kan sudah bisa merasakan. Ada upaya untuk melakukan konsolidasi kekuasaan. Bahkan ada sosok penting yang berjuang menjalankan perintah dari pemimpin itu," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Baca juga: Isu PDIP Bakal Diambil Alih, Hasto Tegaskan Semua Kader Banteng Siap Bertaruh Nyawa
Namun, sosok yang mencoba patuh atas perintah atasannya kini justru dibuang. Dia bahkan mengatakan hal tersebut layaknya pepatah habis manis sepah dibuang.
"Tetapi kemudian orang mengatakan, habis manis sepah dibuang. Padahal segala cara juga sudah coba dilakukan untuk memenuhi kehendak pemimpin," katanya.
Lihat Juga :