Anies Belum Tentu Menang di Pilgub Jakarta 2024, Ariza Singgung Hebatnya Foke hingga Ahok
Selasa, 13 Agustus 2024 - 21:11 WIB
loading...
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyinggung hebatnya Fauzi Bowo alias Foke sebagai petahana dan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, namun kalah dalam kontestasi Pilkada Jakarta. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza menyinggung hebatnya Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Fauzi Bowo alias Foke sebagai petahana dan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, namun kalah dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta.
Berkaca dari itu, dia mempertanyakan siapa yang dapat meyakini dan memastikan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 menang di Pilkada Jakarta 2024. Hal itu disampaikan Ariza dalam acara 'Rakyat Bersuara: Hantu Kotak Kosong Pilkada Jakarta' yang dipandu Aiman Witjaksono di iNewsTV, Selasa (13/8/2024) malam.
Baca juga: Gerindra Resmi Usung Duet Riza Patria-Marshel Widianto di Pilwalkot Tangsel
"Nggak ada yang bisa meyakini Anies jadi calon di Jakarta pasti menang kan saya bilang tadi bagaimana hebatnya Fauzi Bowo, bagaimana hebatnya Pak Ahok, Pak Djarot ketika itu kalah sama Anies-Sandi, kalah sama Jokowi-Ahok. Nggak ada yang bisa memastikan," ujar Ariza.
Dia juga menyinggung soal survei tinggi sejalan dengan peluang menang. Namun, fakta dan realitas yang terjadi dalam dua edisi Pilkada di Jakarta berbeda hasilnya dengan survei.
Berkaca dari itu, dia mempertanyakan siapa yang dapat meyakini dan memastikan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 menang di Pilkada Jakarta 2024. Hal itu disampaikan Ariza dalam acara 'Rakyat Bersuara: Hantu Kotak Kosong Pilkada Jakarta' yang dipandu Aiman Witjaksono di iNewsTV, Selasa (13/8/2024) malam.
Baca juga: Gerindra Resmi Usung Duet Riza Patria-Marshel Widianto di Pilwalkot Tangsel
"Nggak ada yang bisa meyakini Anies jadi calon di Jakarta pasti menang kan saya bilang tadi bagaimana hebatnya Fauzi Bowo, bagaimana hebatnya Pak Ahok, Pak Djarot ketika itu kalah sama Anies-Sandi, kalah sama Jokowi-Ahok. Nggak ada yang bisa memastikan," ujar Ariza.
Dia juga menyinggung soal survei tinggi sejalan dengan peluang menang. Namun, fakta dan realitas yang terjadi dalam dua edisi Pilkada di Jakarta berbeda hasilnya dengan survei.
Lihat Juga :