Pengamat Sebut Rusak Bangsa Ini jika Gibran Dipaksakan Jadi Ketum Golkar
Selasa, 13 Agustus 2024 - 11:59 WIB
loading...
A
A
A
Ujang mengingatkan bahwa partai politik (parpol) merupakan salah satu pilar demokrasi. Maka itu, kata dia, bukan hanya parpol yang rusak jika demokrasinya diobok-obok atau dirusak seenaknya, tetapi juga demokrasi dan bangsa ini yang rusak.
“Oleh karena itu ya kalau menurut aturan yang ada saat ini, Gibran tidak memenuhi syarat dan tidak berhak untuk menjadi ketua umum, kalau itu dipaksakan oleh Jokowi, ya hancur bangsa ini,” ungkapnya.
Ujang juga menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memenuhi syarat menjadi kandidat ketua umum Partai Golkar. Salah satu alasannya, Jokowi bukan kader Golkar.
“Tidak pernah jadi pengurus Golkar selama lima tahun, tidak pernah aktif di Golkar. Kalau dipaksakan juga merusak Golkar dan Indonesia. Ini yang aneh di Indonesia, cara-cara pembegalan terhadap Golkar, kasihan Golkar dan bangsa ini,” pungkasnya.
“Oleh karena itu ya kalau menurut aturan yang ada saat ini, Gibran tidak memenuhi syarat dan tidak berhak untuk menjadi ketua umum, kalau itu dipaksakan oleh Jokowi, ya hancur bangsa ini,” ungkapnya.
Ujang juga menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memenuhi syarat menjadi kandidat ketua umum Partai Golkar. Salah satu alasannya, Jokowi bukan kader Golkar.
“Tidak pernah jadi pengurus Golkar selama lima tahun, tidak pernah aktif di Golkar. Kalau dipaksakan juga merusak Golkar dan Indonesia. Ini yang aneh di Indonesia, cara-cara pembegalan terhadap Golkar, kasihan Golkar dan bangsa ini,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :