JNPK-NU Minta PBNU Jaga Marwah dan Perhatikan Masalah Keumatan
Senin, 12 Agustus 2024 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
"Keempat Mendorong PBNU mengevaluasi arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi sehingga bisa sejalan mandat konstitusi Organisasi (qonun asasi dan AD/ART)," tuturnya.
Kelima, memohon PBNU meluruskan penyimpangan sejarah dan merawat makam-makam pendiri NU. Keenam, mempertanyakan kebijakan larangan menarik iuran warga ('ianah syahriah), karena telah diatur dalam AD/ART. Ketujuh, mendorong PBNU membangun ekonomi kerakyatan demi kemandirian ekonomi, tanpa bergantung pada politik ekonomi kekuasaan.
“Termasuk dengan menerima konsesi tambang batu bara, suatu industri ekstraktif yang merusak lingkungan dan berpotensi konflik social,” ucapnya.
Kedelapan, memohon kepada PBNU untuk mengedepankan sikap kenegarawanan, sesuai hukum perundang-undangan yang berlaku. Kesembilan, berharap PBNU lebih memperhatikan masalah-masalah keumatan daripada politik kekuasaan agar marwah ke-NU-an kembali terjaga sebagai Ormas sosial keagamaan.
Kelima, memohon PBNU meluruskan penyimpangan sejarah dan merawat makam-makam pendiri NU. Keenam, mempertanyakan kebijakan larangan menarik iuran warga ('ianah syahriah), karena telah diatur dalam AD/ART. Ketujuh, mendorong PBNU membangun ekonomi kerakyatan demi kemandirian ekonomi, tanpa bergantung pada politik ekonomi kekuasaan.
“Termasuk dengan menerima konsesi tambang batu bara, suatu industri ekstraktif yang merusak lingkungan dan berpotensi konflik social,” ucapnya.
Kedelapan, memohon kepada PBNU untuk mengedepankan sikap kenegarawanan, sesuai hukum perundang-undangan yang berlaku. Kesembilan, berharap PBNU lebih memperhatikan masalah-masalah keumatan daripada politik kekuasaan agar marwah ke-NU-an kembali terjaga sebagai Ormas sosial keagamaan.
(cip)
Lihat Juga :