Parpol Lokal Papua Bisa Redam Kekerasan, Contohnya GAM di Aceh

Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:41 WIB
loading...
Parpol Lokal Papua Bisa...
Bentrok dua kelompok warga di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (19/8/2020). Foto: iNews TV/Chanry
A A A
JAKARTA - Pembentukan partai politik (parpol) lokal di wilayah yang memiliki catatan kekerasan dan konflik panjang, seperti Papua, masih pro dan kontra. Di Indonesia, baru di Provinsi Aceh yang diperbolehkan adanya parpol lokal dan ikut dalam pemilihan umum (pemilu).

Partai Papua Bersatu (PPB) sudah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar diizinkan ikut dalam pemilu. Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Mada Sukmajati mengatakan pembentukan parpol di sebuah negara atau wilayah dengan latar belakang konflik biasanya untuk melembagakan kekerasan menjadi gerakan politik.

“Dari kekerasan fisik menjadi adu gagasan atau kebijakan di lembaga politik. Pembentukan parpol untuk mengintegrasikan aktor-aktor di lapangan ke sistem politik sehingga bisa menampung aspirasi dan tuntutan para aktor,” ujarnya dalam diskusi daring “Menimbang Pembentukan Partai Politik Lokal di Papua”, Selasa (25/8/2020).

(Baca: Parpol Lokal Papua Bisa Menjawab Persoalan Biaya Politik yang Mahal)

Dengan masuknya para aktor lapangan itu ke sistem politik diharapkan kekerasan fisik yang bisa terjadi dapat diredam. Keberadaan parpol lokal itu akan membuat efisien dan efektif pengelolaan konflik. Efisien itu dari sisi biaya, waktu, dan tenaga.

Sementara itu, efektif dilihat dari perubahan medan konflik ke kontestasi politik atas berbagai kebijakan publik. “Tujuan pembentukan parpol lokal ada sisi positifnya,” ucapnya. Mada menerangkan pemerintah pusat biasanya khawatir parpol lokal malah akan mendorong dan menguatkan tuntutan untuk merdeka.

Namun, pembentukan parpol lokal di Papua, katanya, bergantung pada kesiapan kelompok-kelompok perlawanan di Papua untuk bertransformasi. Dia memaparkan pemerintah pusat dan Papua harus belajar dari Aceh yang memiliki parpol lokal.

Para mantan elite Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sekarang turun ke gelanggang politik melalui parpol lokal. “Aceh berhasil, sudah tidak ada lagi gerakan di lapangan. Berapa parpol lokal bisa eksis dan berpartisipasi dalam sistem politik Indonesia,” tuturnya.

(Baca: Wamena Papua Kembali Mencekam, 10 Rumah Dibakar dan 4 Warga Terluka)

Meskipun demikian, Mada mewanti-wanti tujuan utama dari keinginan pembentukan parpol lokal di Papua itu harus jelas. Ada kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, parpol digunakan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Papua. Kedua, hanya cara elite untuk mendapatkan kue kekuasaan.

“Lalu tidak ada peningkatan kesejahteraan. Jangan sampai, semakin banyak parpol lokal malah tidak berimplikasi pada kesejahteraan (masyarakat Papua),” paparnya.

Keberhasilan parpol lokal untuk mencapai tujuannya, seperti kesejahteraan dan keadilan, sangat ditentukan kemampuan politik dari aktor-aktor yang masuk ke panggung politik. Mada menerangkan karakter parang di lapangan dan parlemen jauh berbeda.

“Orang mengorganisasi pasukan dan bertarung di level gagasan (berbeda). Orang menggunakan senjata dan pena itu beda. Kedua, sejauh mana faktor kepemimpinan parpol mampu merepresentasikan kelompok-kelompok yang ada di Papua,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasdem Hormati Keputusan...
Nasdem Hormati Keputusan Jokowi jika Bergabung dengan PSI
Menakar Peluang Jokowi...
Menakar Peluang Jokowi Gabung PSI
Bergabung ke Demokrat,...
Bergabung ke Demokrat, Mantan Wasekjen PBB Optimistis Dongkrak Suara di Pemilu 2029
AHY Tunjuk 7 Waketum...
AHY Tunjuk 7 Waketum Partai Demokrat, Ada Dede Yusuf hingga Edhie Baskoro Yudhoyono
Tunjuk Irwan Fecho Jadi...
Tunjuk Irwan Fecho Jadi Bendum Demokrat, AHY: Tugas Berat Gantikan Renville Antonio
Irfan Niti Sasmita Jadi...
Irfan Niti Sasmita Jadi Plt Ketua DPD Perindo Bogor, Ferry Kurnia: Pererat Koordinasi dengan Pemda dan Masyarakat
Menjelang Muktamar PPP,...
Menjelang Muktamar PPP, Mardiono Didorong Maju Jadi Ketum dari Berbagai DPW
Fraksi PAN DPR Salurkan...
Fraksi PAN DPR Salurkan 3.000 Paket Sembako untuk Pamdal hingga Pengemudi Ojol
UU Parpol Digugat ke...
UU Parpol Digugat ke MK, Persoalkan Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik
Rekomendasi
Jalur Wisata Pandeglang...
Jalur Wisata Pandeglang Macet Parah, Volume Kendaraan Naik 100%
Kim Soo Hyun Bantah...
Kim Soo Hyun Bantah Paksa Sulli Beradegan Telanjang di Film Real
Dehidrasi Bisa Picu...
Dehidrasi Bisa Picu Stroke, E-Money Khusus Dukung Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Didit Prabowo Sowan...
Didit Prabowo Sowan ke Megawati, PAN: Langkah Positif Redam Dinamika Politik
1 jam yang lalu
Prabowo dan Megawati...
Prabowo dan Megawati Akan Bertemu usai Lebaran, Apa yang Dibahas?
1 jam yang lalu
10 Dirresnarkoba Dimutasi...
10 Dirresnarkoba Dimutasi Kapolri Maret 2025, Berikut Ini Nama-namanya
2 jam yang lalu
Gempa Myanmar, Indonesia...
Gempa Myanmar, Indonesia Tambah Kiriman Bantuan Hari Ini
3 jam yang lalu
BMKG: Hujan Ringan hingga...
BMKG: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek pada H+3 Lebaran
3 jam yang lalu
4 Jenderal Resmi Jadi...
4 Jenderal Resmi Jadi Kapolda dan Ikut dalam Acara Kenaikan Pangkat Polri Sebelum Lebaran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved