alexametrics

Laporan Langsung SINDOnews dari Mekkah

Jamaah Haji Gelombang Dua Mulai Digeser ke Madinah

loading...
Jamaah Haji Gelombang Dua Mulai Digeser ke Madinah
Jamaah haji Kloter 41 Embarkasi Surabaya berdoa bersama sebelum pindah ke Madinah untuk menjalani sunah Arbain sebelum pulang ke Tanah Air. (Foto/MCH)
A+ A-
MEKKAH - Kelompok terbang (kloter) 41 Embarkasi Surabaya (SUB) menjadi rombongan pertama jamaah haji gelombang II yang diberangkatkan menuju Madinah. Mereka akan berada di Madinah selama 8 hari untuk menjalani sunah Arbain atau salat 40 waktu di Masjid Nabawi sebelum pulang ke Indonesia.

Jamaah haji asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini dilepas oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali. Mereka diangkut menggunakan 10 bus menuju Madinah yang berjarak sekitar 6 jam perjalanan dari Mekkah.

"Ini adalah bagian (rombongan) pertama menuju Madinah. Mereka akan tinggal selama 8 hari atau selama 40 waktu salat berjamaah di Masjid Nabawi (Arbain) dan berziarah ke tempat-tempat yang sangat bersejarah," kata Nizar, Rabu (21/8/2019).



Menurut Nizar, jamaah haji ditempatkan di hotel-hotel yang berada di markaziyah Masjid Nabawi, sehingga mudah untuk menjalankan sunah Arbain. Kelas hotelnya, kata Nizar, standar bintang 3, bahkan banyak pula yang berada di level bintang 4 dan 5.

"Selama di Madinah, mereka mendapatkan layanan 16 kali makan. Per hari ada makan siang dan makan malam. Jamaah haji tidak perlu lagi menyiapkan secara mandiri makanan atau konsumsi selama di Madinah," ucap Nizar.

Salah satu yang perlu diwaspadai jamaah haji adalah, ketika ingin masuk ke dalam Raudhah, salah satu sudut di Masjid Nabawi yang diyakini sebagai tempat mustajab. Banyak orang yang ingin masuk ke dalam Raudhah untuk berdoa sehingga terkadang kondisinya sangat padat.

Jamaah kata dia, harus antre berdiri untuk menunggu giliran masuk. "Jadi butuh berdiri agak lama saat antre, sehingga perlu fisik yang baik. Kami harapkan jamaah cari momen yang tepat sehingga bisa masuk ke situ (Raudhah) dengan aman," ujar Nizar.

Namun menurut Nizar, kondisi Masjid Nabawi pascapuncak haji tidak terlalu padat. Sebab, banyak jamaah haji dari negara lain yang tidak menerapkan sunah Arbain seperti Indonesia dan Malaysia.

"Paling lama mereka hanya 5 hari berada di Madinah. Bahkan banyak yang telah pulang ke negaranya masing-masing. Sehingga jamaah haji Indonesia relatif bisa beribadah di Masjid Nabawi dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak