Gus Choi: PBNU Punya Hak Evaluasi Perjalanan PKB

Rabu, 07 Agustus 2024 - 19:35 WIB
loading...
Gus Choi: PBNU Punya...
Mantan politikus PKB Effendy Choirie atau disapa Gus Choi dipanggil tim bentukan PBNU atau Pansus PKB ke Kantor PBNU Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024). Foto: SINDOnews/Widya Michella
A A A
JAKARTA - Mantan politikus PKB Effendy Choirie atau disapa Gus Choi dipanggil tim bentukan PBNU atau Panitia Khusus (Pansus) PKB ke Kantor PBNU Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024). Dia hanya memberikan penjelasan sebagai konfirmasi terkait sejarah dan dinamika ketika dirinya masih di PBNU.

"Saya sampaikan konfirmasi komparasi atau menambah informasi pandangan PBNU sehingga saya tidak menyarankan apa-apa. Maka silakan PBNU menggunakan haknya, terbuka atau tertutup silakan, setelah itu mau bikin apalagi silakan sehingga saya tidak mau menggurui orang tua," ujar Gus Choi.

Baca juga: Lukman Edy Jadi Sorotan di Tengah Konflik PKB-PBNU, Pernah Gantikan Gus Ipul Jadi Menteri Era SBY

Menurut dia, kehadiran PKB yang ada sekarang ini tetap terkait NU karena sebagai pendiri partai tersebut. Sehingga, NU berhak mengevaluasi perjalanan PKB.

"Punya hak mengoreksi, bukan ikut campur karena memang sejarahnya begitu. Punya hak evaluasi, koreksi atau menata ulang," katanya.

Hal itu yang membedakan PKB dengan parpol lainnya. PKB dibuat atas dasar perkembangan masyarakat setelah terjadinya demokrasi terbuka maka kemudian NU menyambut aspirasi masyarakat dengan mengeluarkan surat tugas kepada sejumlah pengurus NU untuk mendesain, membuat rumusan-rumusan, pokok-pokok pikiran, kemudian membuat partai ke depan.

"PKB melalui proses yang luar biasa. Di sinilah perbedaan Partai Kebangkitan Bangsa dengan partai-partai lain," katanya.

"Nah, apakah hak evaluasi, hak koreksi, itu digunakan oleh PBNU, itu silakan, yang jelas semuanya tadi saya ceritakan kepada tim di lantai 3," sambungnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Pesan Iduladha 2026...
Pesan Iduladha 2026 dari Ketum PBNU: Teguhkan Iman, Siap Berkorban demi Masa Depan Lebih Baik
Penyebab Kecelakaan...
Penyebab Kecelakaan Mobil yang Ditumpangi Anggota DPR dari PKB Gus Hilman, Sopir Diduga Mengantuk
Rekomendasi
Parah, FIFA Angkat Tangan...
Parah, FIFA Angkat Tangan Biarkan Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Berita Terkini
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved