Sekjen PKB Hasanuddin Wahid Ogah Penuhi Panggilan PBNU: Kayak Dagelan Saja

Senin, 05 Agustus 2024 - 21:33 WIB
loading...
Sekjen PKB Hasanuddin...
Sekjen PKB Hasanuddin Wahid. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid mengaku sengaja mengabaikan pemanggilan Panitia Khusus (Pansus) bentukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia bahkan menganggap pemanggilan itu seperti dagelan.

Alasannya, dia menganggap Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf secara terang-terangan menggembosi dan mengadu domba warga NU dengan PKB. Apalagi belakang ini PBNU dianggap meremehkan Pansus Haji DPR inisiasi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Baca juga: Deretan Nama-nama Panel Pansus PKB Bentukan PBNU

"Lalu tiba-tiba bikin tim mengundang saya. Kayak dagelan saja? Untuk apa? Mana mungkin saya memenuhi undangan mereka. Secara organisasi kita nggak ada urusan sama Gus Yahya dan Saiful, kita entitas berbeda," ujar Hasanuddin, Senin (5/8/2024).

Dia lantas mengungkit sebelum Pemilu 2024 berlangsung, PBNU telah menyatakan kalau PKB bukan representasi NU. Namun, ketika kursi PKB naik di pesta demokrasi, PBNU kembali menyampaikan visi misi PKB yang dinilai sudah melenceng.

"Begitu pasca-Pemilu 2024 PKB suaranya naik drastis, kursinya naik signifikan lebih dari 2.150-an kursi semua tingkatan eh dikatain kita melenceng bahkan rusak," ucapnya.

Sebagai informasi, PBNU membentuk pansus untuk meluruskan sejarah sekaligus mengembalikan PKB ke pemilik sahnya yakni PBNU. Sebab, elite PKB dinilai banyak membuat pernyataan yang melenceng dari fatsun awal berdirinya partai tersebut.

Rencananya, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid dipanggil untuk memberikan keterangan mengenai hubungan NU dan PKB di kantor PBNU Jakarta, hari ini, Senin (5/8/2024). Namun, yang bersangkutan tidak hadir.

“Yang harusnya hadir pukul 12.30 WIB menurut undangan kami, tetapi kami tunggu sampai pukul 14.30 WIB tadi saya turun dari atas juga belum ada konfirmasi kedatangannya,” ujar Rais Syuriah PBNU KH Muhammad Cholil Nafis dalam konferensi pers di kantor PBNU Jakarta, Senin (5/8/2024).
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Berita Terkini
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved