Ratusan Banser Jaga Ketat Kantor PBNU, GP Ansor: Ada yang Demo Lagi Kita Sikat
Senin, 05 Agustus 2024 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, massa dari Aliansi Santri Gus Dur berunjuk rasa di depan Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2024). Mereka mendesak PBNU segera menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk mengganti ketua umum dan sekretaris jenderal.
Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi tuntutan. Beberapa spanduk itu misalnya meminta agar PBNU menggantikan Ketua Umum PBNU sekaligus Sekjen PBNU yang kini dijabat Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
“Karena Gus Yahya sebagai Ketum ketika di Muktamar Lampung yang mengkonsolidasi ideologi perjuangan Gus Dur untuk memperbaiki NU ke depan, tapi faktanya hari ini justru kontraproduktif,” kata Muhamad Sholihin selaku Koordinator Massa Aksi, Jumat (2/8/2024).
Salah satu pelanggaran Gus Yahya karena terlibatnya PBNU dalam politik praktis. Dia menilai sikap itu mencoreng cita-cita Nahdlatul Ulama (NU).
“Yang sangat menyakitkan mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Yang katanya tidak berpolitik praktis tapi malah justru hari ini kami dipertontonkan dengan keputusan PBNU membentuk tim investigasi. Itu adalah offside!” ungkapnya.
Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi tuntutan. Beberapa spanduk itu misalnya meminta agar PBNU menggantikan Ketua Umum PBNU sekaligus Sekjen PBNU yang kini dijabat Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
“Karena Gus Yahya sebagai Ketum ketika di Muktamar Lampung yang mengkonsolidasi ideologi perjuangan Gus Dur untuk memperbaiki NU ke depan, tapi faktanya hari ini justru kontraproduktif,” kata Muhamad Sholihin selaku Koordinator Massa Aksi, Jumat (2/8/2024).
Salah satu pelanggaran Gus Yahya karena terlibatnya PBNU dalam politik praktis. Dia menilai sikap itu mencoreng cita-cita Nahdlatul Ulama (NU).
“Yang sangat menyakitkan mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Yang katanya tidak berpolitik praktis tapi malah justru hari ini kami dipertontonkan dengan keputusan PBNU membentuk tim investigasi. Itu adalah offside!” ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :