Seleksi Capim KPK, Pansel Diminta Cari yang Berintegritas dan Berani
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 09:14 WIB
loading...
Praktisi Hukum Prof Henry Indraguna meminta Pansel Capim KPK bekerja secara cermat, teliti, cerdas, objektif, profesional, tanpa koneksi dan berani. Foto/SINDOnews/Gedung KPK
A
A
A
JAKARTA - Praktisi Hukum Prof Henry Indraguna meminta Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja secara cermat, teliti, cerdas, objektif, profesional, tanpa koneksi dan berani dari intervensi kekuasaan apa pun. Sebab pansel menjadi penentu nasib KPK.
"Pansel para penggawa antikorupsi ini harus steril, tanpa koneksi, anti intervensi. Pansel harus cermat, teliti memilih kandidat dengan tepat. Tidak sekadar memilih kandidat yang pintar tapi minim integritas," ujar Henry Indraguna dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2024)
![Seleksi Capim KPK, Pansel Diminta Cari yang Berintegritas dan Berani]()
Praktisi Hukum, Prof Henry Indraguna. Foto/Istimewa
Henry mewanti-wanti kepada pansel bahwa pimpinan KPK yang akan mereka cari bukan sekadar hanya pintar atau menguasai pengetahuan hukum dan pengalaman di bidang hukum saja. Akan tetapi yang paling esensial adalah orang yang benar di KPK, sesuai arah dan jalannya yang tepat berdasarkan konstitusi.
Dalam perspektif pengacara kondang ini, yang berhak menjadi Pimpinan KPK ke depan adalah fitur yang memiliki integritas tinggi, rekam jejak yang baik tanpa cacat moral, apalagi cacat hukum.
"Tentu harus mengantongi ilmu yang mumpuni, surplus pengalaman, serta memiliki keberanian tinggi melawan korupsi karena indepedensi yang dimiliki," katanya.
Baca juga: Pansel Capim KPK Tak Utamakan Figur Laki-laki
"Pansel para penggawa antikorupsi ini harus steril, tanpa koneksi, anti intervensi. Pansel harus cermat, teliti memilih kandidat dengan tepat. Tidak sekadar memilih kandidat yang pintar tapi minim integritas," ujar Henry Indraguna dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2024)

Praktisi Hukum, Prof Henry Indraguna. Foto/Istimewa
Henry mewanti-wanti kepada pansel bahwa pimpinan KPK yang akan mereka cari bukan sekadar hanya pintar atau menguasai pengetahuan hukum dan pengalaman di bidang hukum saja. Akan tetapi yang paling esensial adalah orang yang benar di KPK, sesuai arah dan jalannya yang tepat berdasarkan konstitusi.
Dalam perspektif pengacara kondang ini, yang berhak menjadi Pimpinan KPK ke depan adalah fitur yang memiliki integritas tinggi, rekam jejak yang baik tanpa cacat moral, apalagi cacat hukum.
"Tentu harus mengantongi ilmu yang mumpuni, surplus pengalaman, serta memiliki keberanian tinggi melawan korupsi karena indepedensi yang dimiliki," katanya.
Baca juga: Pansel Capim KPK Tak Utamakan Figur Laki-laki
Lihat Juga :