Pelantikan Praja Muda IPDN, Wapres: Tinggalkan Birokrasi Lambat dan Berbelit

Kamis, 01 Agustus 2024 - 10:13 WIB
loading...
Pelantikan Praja Muda...
Wapres Maruf Amin menjadi Inspektur Upacara pelantikan 1.079 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan ke-31 Tahun 2024 di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2024). FOTO/SINDOnews/BINTI MUFARIDA
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres) Ma'ruf Amin menjadi Inspektur Upacara pelantikan 1.079 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke-31 Tahun 2024 di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2024). Wapres berpesan kepada Pamong Praja Muda untuk meninggalkan birokrasi yang lambat dan berbelit.

"Tinggalkan cara-cara kerja lama yang lambat, inefisien, serta prosedur-prosedur yang berbelit-belit," kata Wapres dalam sambutannya.

Wapres mengatakan, seorang Pamong Praja telah dibekali ilmu pengetahuan untuk dipraktikkan. Tidak hanya ilmu di bidang politik, hukum, dan pemerintahan, tetapi juga bekal pemahamanan budaya, karakter dan kebiasaan masyarakat.



"Untuk itu, seorang Pamong Praja dituntut memiliki kemampuan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh komponen birokrasi, sekaligus mampu membangun komunikasi dengan baik dan memahami aspirasi masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Wapres meminta Praja Muda IPDN juga harus mampu menemukan cara-cara kerja baru yang inovatif, cepat, dan efektif tanpa meninggalkan profesionalitas dan integritas.

"Setiap tindakan harus mencerminkan kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab serta sejalan dengan kepentingan bangsa dan negara agar dapat memperkuat kepercayaan publik," kata Wapres.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu berharap IPDN bisa meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan segenap pemangku kepentingan di berbagai wilayah khususnya saat proses transisi pemerintahan mendatang. Wapres juga mendorong seluruh sivitas akademika IPDN menyempurnakan kompetensi dan kualitas lulusan Pamong Praja, khususnya di bidang teknologi digital.

"Penguasaan teknologi digital akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan publik, sekaligus memungkinkan penyelesaian tugas dengan lebih cepat dan akurat," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
SPM di Daerah Belum...
SPM di Daerah Belum Maksimal, Rektor IPDN: Perlu Samakan Persepsi!
BSKDN Kemendagri Tekankan...
BSKDN Kemendagri Tekankan Pentingnya Mentalitas Disiplin ASN sebagai Pelayan Publik
Perkuat Manajemen Talenta...
Perkuat Manajemen Talenta Berbasis Merit Sistem, BSKDN Kemendagri: Bangun ASN Adaptif
Prabowo Sebut Lebih...
Prabowo Sebut Lebih Takut pada Birokrat Korup Ketimbang Kuntilanak
Polri di Bawah Presiden...
Polri di Bawah Presiden Konsekuensi Desain Ketatanegaraan Pascareformasi
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Indonesia Terlalu Banyak...
Indonesia Terlalu Banyak Regulasi, Bikin Biaya Ekonomi Mahal dan Hambat Investasi Masuk
Gembleng Praja Utama...
Gembleng Praja Utama Antikorupsi, IPDN Gandeng KPK dan BPK
Rekomendasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved