Peluncuran SOIFO 2024, Platform Simontana Pantau Hutan Indonesia secara Akurat
Jum'at, 26 Juli 2024 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Direktur Jenderal FAO Maria Helena Semedo yang hadir sebagai pembicara mengapresiasi keberadaan Simontana. ”FAO menghargai inovasi yang dilakukan Indonesia untuk menjaga hutan, dan FAO selalu siap untuk memberikan bantuan kepada Indonesia,” katanya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo yang juga menjadi pembicara menjelaskan data Simontana menjadi panduan bagi perusahaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk melaksanakan aktivitas di lapangan dan mendukung pencapaian target Indonesia’s Folu Net Sink 2030. ”Simontana menjadi basis perencanaan kehutanan, inventarisasi gambut, pemantauan penanaman dan produksi, pemantauan perlindungan hutan dan aksi mitigasi,” jelasnya. Baca juga: Kebakaran Hebat Landa Gunung Arjuno, 21 Hektare Hutan Hangus
Indroyono melanjutkan saat perencanaan kehutanan, digunakan data citra satelit resolusi tinggi, dan dilakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan akurasi dan validitasnya. Hasilnya kemudian dipetakan dan didigitalisasi.
Indroyono juga menuturkan, banyak PBPH yang memanfaatkan teknologi seperti Lidar agar inventarisasi gambut makin akurat, untuk memperoleh peta topografi dan sebaran gambut. Lebih lanjut Indroyono mengatakan, pemanfaatan teknologi citra satelit dan drone juga digunakan untuk memantau pemanenan dan penanaman. Hal ini memudahkan KLHK mengevaluasi kinerja PBPH dan penetapan aksi mitigasi yang sesuai dengan kondisi tapak.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo yang juga menjadi pembicara menjelaskan data Simontana menjadi panduan bagi perusahaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk melaksanakan aktivitas di lapangan dan mendukung pencapaian target Indonesia’s Folu Net Sink 2030. ”Simontana menjadi basis perencanaan kehutanan, inventarisasi gambut, pemantauan penanaman dan produksi, pemantauan perlindungan hutan dan aksi mitigasi,” jelasnya. Baca juga: Kebakaran Hebat Landa Gunung Arjuno, 21 Hektare Hutan Hangus
Indroyono melanjutkan saat perencanaan kehutanan, digunakan data citra satelit resolusi tinggi, dan dilakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan akurasi dan validitasnya. Hasilnya kemudian dipetakan dan didigitalisasi.
Indroyono juga menuturkan, banyak PBPH yang memanfaatkan teknologi seperti Lidar agar inventarisasi gambut makin akurat, untuk memperoleh peta topografi dan sebaran gambut. Lebih lanjut Indroyono mengatakan, pemanfaatan teknologi citra satelit dan drone juga digunakan untuk memantau pemanenan dan penanaman. Hal ini memudahkan KLHK mengevaluasi kinerja PBPH dan penetapan aksi mitigasi yang sesuai dengan kondisi tapak.
(poe)
Lihat Juga :