KPK Cegah 5 Orang Bepergian ke Luar Negeri terkait Kasus Harun Masiku
Selasa, 23 Juli 2024 - 17:52 WIB
loading...
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan pihaknya telah mengajukan pencegahan lima orang bepergian ke luar negeri terkait penyidikan kasus dugaan suap PAW anggota DPR RI yang menyeret Harun Masiku (HM). Foto/SINDOnews/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengajukan pencegahan lima orang bepergian ke luar negeri. Pencegahan tersebut terkait penyidikan kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI yang menyeret Harun Masiku (HM).
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto menyatakan pelarangan tersebut berlaku sejak 22 Juli 2024 kemarin.
Baca juga: KPK Buka Peluang Usut Obstruction of Justice Kasus Harun Masiku
"KPK merilis larangan bepergian ke luar negeri untuk perkara suap yang diduga dilakukan tersangka HM, bahwa terhitung sejak 22 Juli 2024, KPK telah mengeluarkan surat keputusan Nomor 942 Tahun 2024 tentang larangan bepergian ke luar negeri untuk dan atas nama lima orang," ujar Tessa saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Kendati demikian, Tessa enggan menyebutkan secara gamblang identitas dari pihak yang dilakukan pencegahan ke luar negeri. Juru bicara berlatar belakang penyidik itu hanya menyebutkan inisial dari mereka.
"Inisial (yang dicegah ke luar negeri) K, SP, YPW, DTI, dan DB," ucapnya.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto menyatakan pelarangan tersebut berlaku sejak 22 Juli 2024 kemarin.
Baca juga: KPK Buka Peluang Usut Obstruction of Justice Kasus Harun Masiku
"KPK merilis larangan bepergian ke luar negeri untuk perkara suap yang diduga dilakukan tersangka HM, bahwa terhitung sejak 22 Juli 2024, KPK telah mengeluarkan surat keputusan Nomor 942 Tahun 2024 tentang larangan bepergian ke luar negeri untuk dan atas nama lima orang," ujar Tessa saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Kendati demikian, Tessa enggan menyebutkan secara gamblang identitas dari pihak yang dilakukan pencegahan ke luar negeri. Juru bicara berlatar belakang penyidik itu hanya menyebutkan inisial dari mereka.
"Inisial (yang dicegah ke luar negeri) K, SP, YPW, DTI, dan DB," ucapnya.
Lihat Juga :