Kesigapan Bareskrim Berantas Sindikat Narkoba Internasional Diacungi Jempol
Selasa, 23 Juli 2024 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
“Angka-angka ini bagi sindikat narkoba internasional tentu saja menjadi potensi pasar yang menggiurkan,” ujar alumnus Turkish National Police Academy tersebut.
Pusaka kemudian menawarkan beberapa rekomendasi terkait pemberantasan narkoba di Indonesia utamanya kepada Polri dan BNN. Kedua lembaga negara itu memikul tanggung jawab terbesar dalam pemberantasan narkoba yang merupakan extraordinary crime.
“Pertama adalah mendorong sinergisitas koordinasi antara Polri dan BNN. Hal ini termasuk pengembangan protokol kerja bersama dan evaluasi capaian penanganan kasus-kasus narkoba di dua lembaga tersebut,” kata alumnus FISIP Universitas Indonesia tersebut.
Wibisono kemudian menyebutkan rekomendasi kedua yakni perlunya dilakukan dukungan yang lebih besar dalam peningkatan kapasitas investigatif dan analisis intelijen baik di Polri maupun BNN. “Ini meliputi pelatihan khusus, pengembangan teknologi informasi dan alokasi anggaran yang memadai untuk operasi pemberantasan narkoba,” imbuhnya.
Masukan terakhir adalah mengintegrasikan sistem informasi antara Polri dan BNN untuk fasilitasi sharing data yang cepat dan akurat. “Sistem ini mencakup database jaringan sindikat dan bandar narkoba, profil tersangka DPO, modus operandi, dan jejak transaksi keuangan yang mencurigakan,” pungkasnya.
Pusaka kemudian menawarkan beberapa rekomendasi terkait pemberantasan narkoba di Indonesia utamanya kepada Polri dan BNN. Kedua lembaga negara itu memikul tanggung jawab terbesar dalam pemberantasan narkoba yang merupakan extraordinary crime.
“Pertama adalah mendorong sinergisitas koordinasi antara Polri dan BNN. Hal ini termasuk pengembangan protokol kerja bersama dan evaluasi capaian penanganan kasus-kasus narkoba di dua lembaga tersebut,” kata alumnus FISIP Universitas Indonesia tersebut.
Wibisono kemudian menyebutkan rekomendasi kedua yakni perlunya dilakukan dukungan yang lebih besar dalam peningkatan kapasitas investigatif dan analisis intelijen baik di Polri maupun BNN. “Ini meliputi pelatihan khusus, pengembangan teknologi informasi dan alokasi anggaran yang memadai untuk operasi pemberantasan narkoba,” imbuhnya.
Masukan terakhir adalah mengintegrasikan sistem informasi antara Polri dan BNN untuk fasilitasi sharing data yang cepat dan akurat. “Sistem ini mencakup database jaringan sindikat dan bandar narkoba, profil tersangka DPO, modus operandi, dan jejak transaksi keuangan yang mencurigakan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :