Siaga Musim Kemarau, BMKG: Udara Dingin dan Angin Kencang Mengancam
Kamis, 18 Juli 2024 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
BMKG juga mengungkapkan angin yang tenang di malam hari menghambat pencampuran udara, sehingga udara dingin terperangkap di permukaan bumi. Daerah dataran tinggi atau pegunungan cenderung lebih dingin karena tekanan udara dan kelembaban yang lebih rendah.
“Kondisi dingin ini merupakan fenomena umum yang sering terjadi di Indonesia saat musim kemarau,” katanya.
Dalam sepekan ke depan, cuaca cerah hingga berawan diperkirakan masih mendominasi wilayah Indonesia khususnya bagian selatan. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas signifikan masih dapat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.
Analisis dan pantauan BMKG dalam sepekan terakhir telah terjadi penurunan curah hujan di wilayah Indonesia sejak tanggal 13-17 Juli 2024. Dan tidak terpantau adanya hujan dengan intensitas lebat - sangat lebat (di atas 100 mm).
Sementara, suhu udara minimum wilayah Indonesia berkisar antara 13,4 derajat celcius hingga 22,0 derajat celcius. Suhu minimum terendah (15,2 derajat celcius) tercatat di Stasiun Meteorologi David Constantijn Saudale - Rote Ndao.
“Kondisi dingin ini merupakan fenomena umum yang sering terjadi di Indonesia saat musim kemarau,” katanya.
Dalam sepekan ke depan, cuaca cerah hingga berawan diperkirakan masih mendominasi wilayah Indonesia khususnya bagian selatan. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas signifikan masih dapat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.
Analisis dan pantauan BMKG dalam sepekan terakhir telah terjadi penurunan curah hujan di wilayah Indonesia sejak tanggal 13-17 Juli 2024. Dan tidak terpantau adanya hujan dengan intensitas lebat - sangat lebat (di atas 100 mm).
Sementara, suhu udara minimum wilayah Indonesia berkisar antara 13,4 derajat celcius hingga 22,0 derajat celcius. Suhu minimum terendah (15,2 derajat celcius) tercatat di Stasiun Meteorologi David Constantijn Saudale - Rote Ndao.
Lihat Juga :