Kementan Pastikan Produktivitas dan IP Padi Meningkat Lewat Program Oplah
Kamis, 18 Juli 2024 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Dalam program ini, Kabupaten Batola mendapatkan kegiatan Oplah dengan target 20.139 ha, pompanisasi dengan target 500 ha dan padi gogo tumpangsari perkebunan dengan target 973 ha.
Sedangkan program Oplah di Kabupaten Batola sampai saat ini untuk Survei Investigasi dan Design (SID) serta Calon petani Calon Lokasi atau biasa disebut CPCL sudah tersedia. Kontrak konstruksi sudah dilakukan dan sosialisasi pelaksanaan konstruksi telah diselenggarakan di lima kecamatan pada 13 Juli 2024.
Dedi selain memimpin rapat koordinasi di SMK-PP Banjarbaru yang menghadirkan PJ Kabupaten, Dinas Pertanian dan Korem 101 Antasari juga berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi program lainnya. Yaitu di Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit dengan target Oplah seluas 250 ha dan Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak dengan target Oplah seluas 304 ha.
“Adanya progran Oplah ini, mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) padi yang tadinya hanya satu kali tanam dalam setahun (IP100) menjadi 2 kali tanam dalam setahun (IP200)," ujar Dedi.
Dedi juga mengajak semua tim UPSUS Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Kalsel agar bekerja keras guna mencapai target yang telah disepakati. Peningkatan produksi padi melalui optimasi pemanfaatan lahan rawa secara berkelanjutan dan pompanisasi.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita genjot terus di lahan sawah rawa ini dan IP-nya meningkat dari satu kali (IP100) menjadi dua kali (IP200). Ini adalah tugas kita semua, tugas penyuluh, Babinsa, jajaran Dinas Pertanian (provinsi, kabupaten/kota) dan BPPSDMP, Kementan,” tegas Dedi.
Sedangkan program Oplah di Kabupaten Batola sampai saat ini untuk Survei Investigasi dan Design (SID) serta Calon petani Calon Lokasi atau biasa disebut CPCL sudah tersedia. Kontrak konstruksi sudah dilakukan dan sosialisasi pelaksanaan konstruksi telah diselenggarakan di lima kecamatan pada 13 Juli 2024.
Dedi selain memimpin rapat koordinasi di SMK-PP Banjarbaru yang menghadirkan PJ Kabupaten, Dinas Pertanian dan Korem 101 Antasari juga berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi program lainnya. Yaitu di Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit dengan target Oplah seluas 250 ha dan Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak dengan target Oplah seluas 304 ha.
“Adanya progran Oplah ini, mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) padi yang tadinya hanya satu kali tanam dalam setahun (IP100) menjadi 2 kali tanam dalam setahun (IP200)," ujar Dedi.
Dedi juga mengajak semua tim UPSUS Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Kalsel agar bekerja keras guna mencapai target yang telah disepakati. Peningkatan produksi padi melalui optimasi pemanfaatan lahan rawa secara berkelanjutan dan pompanisasi.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita genjot terus di lahan sawah rawa ini dan IP-nya meningkat dari satu kali (IP100) menjadi dua kali (IP200). Ini adalah tugas kita semua, tugas penyuluh, Babinsa, jajaran Dinas Pertanian (provinsi, kabupaten/kota) dan BPPSDMP, Kementan,” tegas Dedi.
Lihat Juga :