Kemenpora Siapkan Mental Atlet Jelang Olimpiade 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 20:48 WIB
loading...
Kemenpora Siapkan Mental...
Kemenpora menegaskan pentingnya penguatan mental dan psikologis para atlet yang akan berkompetisi di Olimpiade Paris 2024. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan pentingnya penguatan mental dan psikologis para atlet yang akan berkompetisi di Olimpiade Paris 2024. Dengan persiapan yang matang dan fokus menyiapkan mental, Kemenpora optimistis atlet Indonesia mampu meraih prestasi gemilang di Olimpiade yang akan berlangsung 26 Juli hingga 26 Agustus 2024.

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono mengatakan, tantangan mental dan psikologis seringkali menjadi penghalang bagi atlet untuk mencapai performa terbaik mereka. Karena itu, Kemenpora berkomitmen untuk mengatasi hal ini dengan berbagai strategi dan program yang terfokus.

Baca juga: Komite Olimpiade Indonesia Gelar Olympic Day Sambut Olimpiade Paris 2024

"Sekarang masalahnya itu mental, psikologis atlet harus dipompa untuk bisa juara. Atlet yang kita seleksi, kita cek dulu motivasinya, bagaimana tekanan internal dan eksternalnya mereka," kata Surono, Senin (15/7/2024).

Menurut dia, seleksi melalui mental merupakan langkah awal Kemenpora untuk menjaring atlet-atlet yang siap mewakili Indonesia di Olimpiade. Seleksi ini tidak hanya berdasarkan kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga mencakup evaluasi motivasi dan tekanan internal maupun eksternal yang dihadapi atlet.

Dengan begitu, Kemenpora dapat memastikan bahwa para atlet yang terpilih memiliki mental siap menghadapi berbagai tekanan dalam kompetisi tingkat dunia.

"Kita cek juga bagaimana atlet-atlet ini siap mentalnya, siap bertanding, dan tidak minder karena atlet juga manusia," ujar Surono.

Dukungan psikologis menjadi bagian penting tak terpisahkan dari program pembinaan atlet. Melalui konsultasi dan bimbingan yang teratur oleh tim psikologis, atlet diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah pribadi mereka sehingga dapat fokus sepenuhnya pada latihan dan pertandingan.

“Ada banyak faktor yang bisa mengganggu. Faktor tidak langsung seperti masalah keluarga, asmara, atau apa pun yang di internal atau eksternal kita cek semua,” tuturnya.

Tak hanya masalah pembinaan mental, Kemenpora juga berkomitmen mendukung cabang olahraga yang memiliki peluang besar untuk meraih medali di Olimpiade. Bentuk dukungan tersebut dilakukan dengan melakukan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang.

Pelatnas jangka panjang ini digelar untuk memastikan bahwa atlet yang dipersiapkan adalah yang terbaik di nomor masing-masing. Program ini tidak hanya mempersiapkan atlet secara fisik, tetapi juga membentuk mental juara sejak dini melalui kompetisi-kompetisi tingkat dunia.

"Kita ikut sertakan atlet dalam pertandingan tingkat dunia, seperti panjat tebing mulai pelatnas dari 2020 sampai sekarang dan mengikutkan mereka ke pertandingan kejuaraan dunia. Setiap tahun ada 6 sampai 10 kejuaraan dunia," kata Surono.

Menurut dia, program Pelatnas jangka panjang ini penting dilakukan mengingat Kemenpora juga fokus pada cabor-cabor prioritas yang berpeluang meraih prestasi di Olimpiade 2024. Cabor-cabor prioritas ini akan menjalani Pelatnas yang intensif, termasuk pada nomor dan atlet yang punya peluang menang sangat tinggi.

Contohnya cabor yang mendapatkan perhatian khusus adalah panjat tebing. Kemenpora telah menggelar Pelatnas panjat tebing sejak 2020 sebagai persiapan menuju Olimpiade Paris 2024 dan mengikutsertakan para atletnya berkompetisi dalam 6-10 kejuaraan dunia setiap tahunnya.

Upaya serupa juga dilakukan pada cabor angkat besi. Para atlet telah melakukan persiapan sejak awal, termasuk penyesuaian waktu latihan dengan waktu pertandingan sebenarnya. Kemenpora juga menyediakan peralatan yang identik dengan yang digunakan di Olimpiade seperti alat panjat, sepatu, hingga pengukur waktu.

Begitu juga dengan beberapa cabor lain yang telah dilakukan persiapan secara matang. Cabor bulu tangkis misalnya juga melakukan persiapan dalam Pelatnas dengan melakukan simulasi pertandingan semirip mungkin dengan kondisi di pertandingan sesungguhnya nanti. Termasuk penggunaan shuttlecock hingga karpet dibuat seidentik mungkin dengan yang digunakan di Olimpiade Paris 2024.

“Cuaca juga diatur agar sesuai dengan cuaca di Paris, sehingga para atlet sudah terbiasa saat Olimpiade berlangsung,” kata Surono.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Passport Gate...
Polemik Passport Gate Atlet Naturalisasi, Menkum Harap RUU Kewarganegaraan Selesai Tahun Ini
Cegah Pelecehan, Ketua...
Cegah Pelecehan, Ketua Komite III DPD RI Dorong Penguatan Regulasi Perlindungan Atlet
Selamat! 6 Atlet TNI...
Selamat! 6 Atlet TNI AU Sandang Pangkat Perwira
Boni Hargens: Rekrutmen...
Boni Hargens: Rekrutmen Atlet SEA Games, Wujud Komitmen Moral Kapolri Listyo Sigit
Kemenpora dan FAO Sepakati...
Kemenpora dan FAO Sepakati Pemberdayaan Anak Muda
Verrell Bramasta Soroti...
Verrell Bramasta Soroti Dugaan Penyalahgunaan dan Pemotongan Dana Atlet Disabilitas
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Taklimat Presiden, Semangat...
Taklimat Presiden, Semangat Sumpah Pemuda Energi Baru Prestasi Olahraga Indonesia di Tengah Konflik Global
Gubernur Sultra Dukung...
Gubernur Sultra Dukung Pembinaan Atlet, Revitalisasi Infrastruktur Olahraga Dianggarkan
Rekomendasi
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved