Judi Online Sangat Merusak, Pemberantasannya Harus Lebih Giat dan Efektif
Senin, 15 Juli 2024 - 15:37 WIB
loading...
Pemerintah didorong lebih giat dan dan terus mencari cara yang efektif untuk memberantas judi online (judol). FOTO ILUSTRASI/IST
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah didorong lebih giat dan dan terus mencari cara yang efektif untuk memberantas judi online (judol). Pasalnya, judol sangat merusak masyarakat.
Pengamat Keamanan Siber Alfons Tanujaya tidak bisa memastikan apakah peretasan situs pemerintah ada kaitannya dengan pemberantasan judi online atau tidak. Terlepas dari itu, pemerintah harus siap menghadapi apa pun bentuk perlawanan dari pelaku judi online.
"Karena memang jelas judi online itu sangat merusak masyarakat. Pemerintah harus lebih giat dan mencari cara yang lebih efektif untuk membasmi judi online ini," ujar Alfons, Senin (15/7/2024).
Lebih lanjut dia menuturkan, pemerintah sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online. Satgas langsung bergerak dengan memblokir IP dari Filipina dan Kamboja.
Alfons yakin bahwa langkah tersebut memberikan pukulan yang cukup berarti bagi penyelenggara judol. "Selain itu tindakan tegas terhadap operator judi online di Indonesia juga banyak dilakukan," imbuhnya.
Pengamat Keamanan Siber Alfons Tanujaya tidak bisa memastikan apakah peretasan situs pemerintah ada kaitannya dengan pemberantasan judi online atau tidak. Terlepas dari itu, pemerintah harus siap menghadapi apa pun bentuk perlawanan dari pelaku judi online.
"Karena memang jelas judi online itu sangat merusak masyarakat. Pemerintah harus lebih giat dan mencari cara yang lebih efektif untuk membasmi judi online ini," ujar Alfons, Senin (15/7/2024).
Lebih lanjut dia menuturkan, pemerintah sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online. Satgas langsung bergerak dengan memblokir IP dari Filipina dan Kamboja.
Alfons yakin bahwa langkah tersebut memberikan pukulan yang cukup berarti bagi penyelenggara judol. "Selain itu tindakan tegas terhadap operator judi online di Indonesia juga banyak dilakukan," imbuhnya.
Lihat Juga :