Kemenkominfo: Literasi Digital Penting untuk Hapus Kesenjangan Keterampilan

Minggu, 14 Juli 2024 - 07:59 WIB
loading...
Kemenkominfo: Literasi...
Literasi digital menjadi penting diterapkan oleh semua orang untuk masuk dunia kerja. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Peningkatan angka pengangguran yang menjadi fenomena saat ini di seluruh dunia tidak hanya disebabkan kurangnya lapangan pekerjaan, tapi juga dipengaruhi kesenjangan keterampilan atau skill gap. Digitalisasi yang cepat dan meluas mengubah sifat kebutuhan pekerjaan.

Itu sebabnya literasi digital menjadi penting diterapkan oleh semua orang untuk masuk dunia kerja. Saat ini, karyawan butuh literasi digital untuk masuk dalam beberapa teknologi baru dan mengikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Ironisnya saat ini ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) terbilang rendah jika dibanding dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang syarat akan literasi digital. Banyak perusahaan sekarang kesulitan mencari karyawan dengan kriteria SDM yang sudah terliterasi digital.

Baca juga: Mengenal Literasi Digital Sejak Dini

Hal tersebut membuktikan bahwa lapangan pekerjaan sebenarnya masih terbuka dengan lebar, namun SDM yang sesuai dengan lapangan pekerjaan tersebut masih minim.

Menteri BUMN Erick Thohir memprediksi pada 2030 akan ada 9 jenis lapangan pekerjaan yang hilang. Hal ini menyusul gencarnya digitalisasi hampir pada semua sektor yang tidak hanya menghadirkan peluang tetapi juga ada efeknya.

Untuk mengingatkan masyarakat akan fenomena tersebut sekaligus mencegah kesenjangan keterampilan (skill gap), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan diskusi yang digelar secara virtual Obral-obrol Literasi Digital (OOTD) dengan tajuk "Kenali dan Atasi Skill Gap" pada Jumat, 12 Juli 2024.

Menurut Santi Indra Astuti, Anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital yang menjadi pembicara OOTD, skill gap sebenarnya lazim terjadi ketika adanya perkembangan teknologi. Terlebih lagi jika teknologi tersebut sudah menjadi masif dan menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat.

Munculnya teknologi baru akan butuh difasilitasi oleh tenaga kerja baru. Celah ini yang harus juga diimbangi kemampuan SDM agar tidak terjadi skill gap.

"Lapangan pekerjaan bisa jadi berkah, tapi juga bisa jadi bencana ketika kita tidak bisa memanfaatkannya," ujar Santi.

Skill gap ternyata juga dapat merugikan pihak perusahaan yang tentunya dapat berdampak pada perekonomian dan pendapatan negara. Pasalnya, jika SDM tidak menguasai teknologi yang ada, produktivitas dan efisiensi perusahaan jelas akan menurun.

"Yang pasti produktivitas dan efisiensi menurun ketika apa yang seharusnya menjadi sebuah skill yang harus dikuasai untuk menyelesaikan pekerjaan tetapi hal tersebut tidak dikuasai SDM-nya. Tentu produktivitas dan efisiensi menurun," kata Ary Wibowo, anggota SIP Institute & Indonesia Membangun Pemimpin.

Tidak hanya mengadakan diskusi secara daring, Kominfo juga membuka peluang masyarakat untuk mengasah kemampuan digitalisasi dengan membuat sejumlah program pelatihan. Peluang itu tentu terbuka bagi masyarakat umum, pelajar, pengusaha, hingga pekerja.

"Kalau pelatihan kita sudah banyak. Kita banyak adakan pelatihan terkait hal-hal yang berbau digital," kata Anggota Bidang Literasi Digital Kominfo Teguh Surya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Jaga Persatuan Bangsa,...
Jaga Persatuan Bangsa, BEM Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi Hukum dan Politik
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Rekomendasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Berita Terkini
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved