SMRC: Mayoritas Masyarakat Tetap Dukung Supremasi Sipil di Atas Militer
Minggu, 23 Agustus 2020 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurut rangkaian survei SMRC, mayoritas warga Indonesia (82%) saat ini menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk. Penilaian terhadap keamanan dan ketertiban pun cenderung menurun. Survei SMRC menunjukkan bahwa 42% warga menganggap pemerintah belum bisa melindungi warga dari ancaman keamanan, sementara 52% menganggap bisa. “Walau 42% bukanlah angka mayoritas, namun itu menunjukkan persentase yang signifikan,” ujar Saiful.
Karena itu, SMRC berusaha mempelajari apakah kondisi-kondisi tersebut memengaruhi kepercayaan publik pada demokrasi, yang antara lain diukur oleh penilaian mengenai keterlibatan militer dalam kepemimpinan nasional. “Dalam demokrasi, keputusan-keputusan strategis harus dibuat oleh pejabat publik dari kalangan sipil yang dipilih secara demokratis. Karena itu dikenal konsep supermasi sipil," katanya.
Begitu juga keamanan, ketertiban, dan penegakkan hukum di dalam sebuah negara demokratis, menjadi tugas inti kepolisian, bukan tentara. “Tentara adalah kekuatan profesional yang tugas utamanya adalah kekuatan bersenjata untuk menjaga pertahanan dan keamanan nasional terutama dari ancaman kekuatan bersenjata yang lain,” tuturnya.
Survei SMRC menunjukkan bahwa di tengah Covid-19 warga tetap percaya pada supermasi sipil dan profesionalisme TNI. Di sisi lain, survei SMRC juga menunjukkan bahwa sebenarnya ada peningkatan persentase warga yang mendukung pemimpin otoriter, antara sebelum dan sesudah wabah Covid-19. Kepada responden ditanya apakah mereka akan mendukung pemimpin yang tak dipilih rakyat, tak dikontrol DPR, yang menghapuskan pemilihan umum? Sebelum Covid-19 yang mendukung pemimpin demikian hanya 7%. Setelah masuk masa Covid-19 dukungan pada otoritarianisme itu naik menjadi 12%.
Kepada responden juga ditanya apakah akan mendukung tentara aktif memimpin pemerintahan. Sebelum masa Covid-19 dukungan pada pemerintahan di bawah kepemimpinan tentara aktif mencapai 24%. Setelah masuk masa Covid-19 dukungan pada rezim demikian naik menjadi 31%. “Jadi secara umum publik masih mendukung demokrasi. Tapi Covid-19 menurunkan tingkat dukungan tersebut secara signifikan walau tidak sampai ke titik di bawah angka psikologis 50%," katanya. abdul rochim
Karena itu, SMRC berusaha mempelajari apakah kondisi-kondisi tersebut memengaruhi kepercayaan publik pada demokrasi, yang antara lain diukur oleh penilaian mengenai keterlibatan militer dalam kepemimpinan nasional. “Dalam demokrasi, keputusan-keputusan strategis harus dibuat oleh pejabat publik dari kalangan sipil yang dipilih secara demokratis. Karena itu dikenal konsep supermasi sipil," katanya.
Begitu juga keamanan, ketertiban, dan penegakkan hukum di dalam sebuah negara demokratis, menjadi tugas inti kepolisian, bukan tentara. “Tentara adalah kekuatan profesional yang tugas utamanya adalah kekuatan bersenjata untuk menjaga pertahanan dan keamanan nasional terutama dari ancaman kekuatan bersenjata yang lain,” tuturnya.
Survei SMRC menunjukkan bahwa di tengah Covid-19 warga tetap percaya pada supermasi sipil dan profesionalisme TNI. Di sisi lain, survei SMRC juga menunjukkan bahwa sebenarnya ada peningkatan persentase warga yang mendukung pemimpin otoriter, antara sebelum dan sesudah wabah Covid-19. Kepada responden ditanya apakah mereka akan mendukung pemimpin yang tak dipilih rakyat, tak dikontrol DPR, yang menghapuskan pemilihan umum? Sebelum Covid-19 yang mendukung pemimpin demikian hanya 7%. Setelah masuk masa Covid-19 dukungan pada otoritarianisme itu naik menjadi 12%.
Kepada responden juga ditanya apakah akan mendukung tentara aktif memimpin pemerintahan. Sebelum masa Covid-19 dukungan pada pemerintahan di bawah kepemimpinan tentara aktif mencapai 24%. Setelah masuk masa Covid-19 dukungan pada rezim demikian naik menjadi 31%. “Jadi secara umum publik masih mendukung demokrasi. Tapi Covid-19 menurunkan tingkat dukungan tersebut secara signifikan walau tidak sampai ke titik di bawah angka psikologis 50%," katanya. abdul rochim
(cip)
Lihat Juga :