Kunjungi PT Citra Asia Raya, Waka BRIN Perkuat Riset Limbah Elektronika
Selasa, 09 Juli 2024 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Setelah berdiskusi dan mencermati langsung semua peralatan, bahan baku, kualitas SDM operator, kondisi lingkungan, hingga tingkat teknologi yang dikuasai maka dipandang penting bagi BRIN untuk melakukan riset lanjutan agar tercipta teknologi yang mampu melakukan ekstraksi limbah unsur logam sesuai dengan jenis logam masing-masing, seperti timbal, tembaga, aluminum, merkuri, arsenik, dan sebagainya. Dengan inovasi baru tersebut, maka semua limbah unsur logam akan memiliki daya jual lebih tinggi untuk dilakukan daur ulang.
Baca juga: Waka BRIN Tampilkan Kemajuan Kerja Sama Riset Ilmiah, Teknologi dengan Perancis
Prof. Amarulla Octavian berpendapat hasil kunjungan kerja tersebut juga berguna bagi periset BRIN melakukan riset teknologi mengelola limbah battery lithium. Dengan program pemerintah untuk mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, maka teknologi BRIN berikutnya diharapkan dapat melakukan daur ulang battery lithium.
”Semua riset teknologi daur ulang limbah elektronika dipastikan memiliki nilai strategis karena juga ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan mengingat semua limbah elektronika mengandung zat berbahaya dan bahan beracun,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).
Prof. Amarulla Octavian berpandangan di masa depan tidak saja daur ulang limbah battery lithium yang dibutuhkan tetapi juga penting menguasai teknologi daur ulang limbah panel surya
Baca juga: Waka BRIN Tampilkan Kemajuan Kerja Sama Riset Ilmiah, Teknologi dengan Perancis
Prof. Amarulla Octavian berpendapat hasil kunjungan kerja tersebut juga berguna bagi periset BRIN melakukan riset teknologi mengelola limbah battery lithium. Dengan program pemerintah untuk mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, maka teknologi BRIN berikutnya diharapkan dapat melakukan daur ulang battery lithium.
”Semua riset teknologi daur ulang limbah elektronika dipastikan memiliki nilai strategis karena juga ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan mengingat semua limbah elektronika mengandung zat berbahaya dan bahan beracun,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).
Prof. Amarulla Octavian berpandangan di masa depan tidak saja daur ulang limbah battery lithium yang dibutuhkan tetapi juga penting menguasai teknologi daur ulang limbah panel surya
(cip)
Lihat Juga :