Soroti Inefisiensi Anggaran Daerah, Tito: Dana Rp5 Miliar Perjalanan Dinas Rp10 Miliar
Senin, 08 Juli 2024 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
“Di belanja ini selain untuk gaji tadi, belanja operasional. Belanja operasional untuk pegawai juga. Mulai dari kegiatan-kegiatan yang tidak perlu, yang tidak efisien, rapat-rapat, perjalanan dinas yang tidak perlu,” ujarnya.
Baca juga: Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp192,7 Triliun per April 2024
Tito mencontohkan, program senilai Rp5 miliar harus menghabiskan dana lebih besar dari itu untuk keperluan pegawai.
“Sehingga akhirnya yang program intinya sendiri misalnya Rp5 miliar, program studi bandingnya Rp2-3 Miliar, rapatnya Rp3 miliar, perjalanan dinasnya Rp10 miliar. Lebih banyak persiapan-persiapan penguatannya, dibanding program untuk masyarakat. Ini kerawanannya juga,” jelas dia.
Baca juga: Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp192,7 Triliun per April 2024
Tito mencontohkan, program senilai Rp5 miliar harus menghabiskan dana lebih besar dari itu untuk keperluan pegawai.
“Sehingga akhirnya yang program intinya sendiri misalnya Rp5 miliar, program studi bandingnya Rp2-3 Miliar, rapatnya Rp3 miliar, perjalanan dinasnya Rp10 miliar. Lebih banyak persiapan-persiapan penguatannya, dibanding program untuk masyarakat. Ini kerawanannya juga,” jelas dia.
(cip)
Lihat Juga :