Meraih Bonus Demografi, Angela: Generasi Muda Butuh Banyak Ruang Diskusi Politik
Jum'at, 05 Juli 2024 - 23:46 WIB
loading...
Ketua Harian DPP Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo memberikan sambutan pembukaan Politics Reborn vol 1 bertajuk Siapa Layak Pimpin Jakarta? di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta, Jumat (5/7/2024). Foto: SINDOnews/Iqbal Dwi Purnama
A
A
A
JAKARTA - Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo mengatakan, generasi muda masih perlu banyak ruang diskusi soal politik. Hal itu untuk mendukung peningkatan wawasan soal politik dan memahami arah kebijakan ke depan.
Menurut dia, bonus demografi berupa mayoritas penduduk anak muda, memiliki suara terbanyak dalam menentukan kepala negara, daerah, dan anggota legislatif melalui sistem Pemilu.
Baca juga: Angela Tanoesoedibjo: Politics Reborn Ajang Partai Perindo Serap Aspirasi
"Kami melihat perlunya membuka ruang yang seluas-luasnya bagi generasi muda terkait politik Indonesia, dan penting untuk membuka wawasan bagi generasi muda soal politik di Indonesia," ujar Angela dalam sambutannya pada Politics Reborn yang diselenggarakan Partai Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2024).
Pada tahun ini saja jumlah usia produktif di Indonesia sudah jauh lebih besar dari usia nonproduktif. Jumlah usia produktif ini akan terus meningkat hingga puncaknya pada tahun 2030 mendatang.
Menurut dia, bonus demografi berupa mayoritas penduduk anak muda, memiliki suara terbanyak dalam menentukan kepala negara, daerah, dan anggota legislatif melalui sistem Pemilu.
Baca juga: Angela Tanoesoedibjo: Politics Reborn Ajang Partai Perindo Serap Aspirasi
"Kami melihat perlunya membuka ruang yang seluas-luasnya bagi generasi muda terkait politik Indonesia, dan penting untuk membuka wawasan bagi generasi muda soal politik di Indonesia," ujar Angela dalam sambutannya pada Politics Reborn yang diselenggarakan Partai Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2024).
Pada tahun ini saja jumlah usia produktif di Indonesia sudah jauh lebih besar dari usia nonproduktif. Jumlah usia produktif ini akan terus meningkat hingga puncaknya pada tahun 2030 mendatang.
Lihat Juga :