alexametrics

Sekjen Sebut Ratusan Caleg Perindo Duduki Kursi di DPRD Tingkat I dan II

loading...
Sekjen Sebut Ratusan Caleg Perindo Duduki Kursi di DPRD Tingkat I dan II
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo Ahmad Rofiq. Foto/Dok/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo Ahmad Rofiq memastikan, ratusan kader Partai Perindo dipastikan bakal menduduki kursi DPRD tingkat II maupun provinsi.

Hal ini diungkapkannya di tengah kegusaran nasib Partai Perindo belum bisa dipastikan lolos untuk duduk di kursi parlemen karena berdasarkan Quick Count atau perhitungan cepat lembaga survei tidak melebihi angka 4 persen.

"Saya sampaikan bahwa dari rekapitulasi kursi di tingkat provinsi sama Kabupaten Perindo untuk sementara hari ini sudah dapat 361 kursi DPRD tingkat II masih tertinggal Jawa Barat belum laporan, lalu ada 27 kursi di tingkatan Provinsi yang dicalonkan oleh Partai Perindo," ujar Ahmad Rofiq di kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).



Rofiq menjelaskan, data tersebut bisa saja bertambah karena rekapan suara dari beberapa daerah belum rampung.

Meskipun, banyak kadernya yang menduduki kursi DPRD tingkat I maupun II, Rofiq akui dirinya tidak puas, karena tak bisa berkerja secara nasional.

"Mungkin ini bisa menjadi bagian dari politik Partai Perindo ke depan, tetapi itu juga tentu tidak cukup bisa diandalkan karena kecil sekali, kita juga sangat tidak puas atas situasi ini," kata Rofiq.

Rofiq menegaskan Partai Perindo akan terus bangkit dari hasil pileg kali ini. Dirinya juga berharap dalam evaluasi nanti pihaknya bisa membangkitkan semangat para kader untuk bisa menduduki kursi parlemen pada pemilu berikutnya.

"Kita tidak boleh menutup kegelapan, mari kita sama-sama nyalakan lilin, nyalakan lampu agar kita bisa mendapatkan jalan terang buat 5 tahun yang akan datang," kata Rofiq.
(mhd)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak