Jubir Presiden Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Perlu diketahui bantahan adanya reshuffle sebelumnya juga dilontarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno pada awal Juli lalu. Pratikno menjawab bahwa setelah ada teguran Presiden Joko Widodo (Jokowi) jajaran kabinet langsung bekerja keras. Hal ini dapat dilihat dari progres kerja kabinet.
Menurutnya, jika kinerja membaik, maka isu reshuffle kabinet menjadi tidak relevan. "Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. Ini progres yang bagus. Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle. Intinya begitu. Tentunya dengan progress yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus," ujarnya.(Baca juga: Isu Reshuffle Semakin Santer, Sandi Uno dan AHY Masuk Kabinet? )
Pratikno berharap bahwa kerja yang bagus ini dapat terus dipertahankan, sehingga isu reshuffle tidak perlu diributkan. "Tentu saja kalau bagus terus ya enggak ada isu, enggak relevan lagi reshuffle. Jadi jangan ribut lagi reshuffle karena progress kabinet berjalan dengan bagus. Kita fokus untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi yang menjadi ikutan luar biasa dari pandemi COVID-19," katanya.
Menurutnya, jika kinerja membaik, maka isu reshuffle kabinet menjadi tidak relevan. "Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. Ini progres yang bagus. Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle. Intinya begitu. Tentunya dengan progress yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus," ujarnya.(Baca juga: Isu Reshuffle Semakin Santer, Sandi Uno dan AHY Masuk Kabinet? )
Pratikno berharap bahwa kerja yang bagus ini dapat terus dipertahankan, sehingga isu reshuffle tidak perlu diributkan. "Tentu saja kalau bagus terus ya enggak ada isu, enggak relevan lagi reshuffle. Jadi jangan ribut lagi reshuffle karena progress kabinet berjalan dengan bagus. Kita fokus untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi yang menjadi ikutan luar biasa dari pandemi COVID-19," katanya.
(abd)