Konser Slendhang Biru Tak Pernah Usai di Museum SBY-Ani Lestarikan Gending Karawitan Jawa
Jum'at, 21 Juni 2024 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Mahendra menambahkan, konser kali ini juga cukup istimewa karena digelar di Pacitan, Jawa Timur. Menurutnya, Pacitan memilki kekayaan budaya yang khas dari daerah-daerah lainnya di Indonesia.
"Terasa sangat spesial konser ini digelar di Pacitan, yakni tempat tumbuh dan berkembangnya kebudayaan dan seni pertunjukan rakyat. Pacitan adalah kawasan budaya yang khas. Ekspresi-ekspresi seni yang ada di Pacitan selaras dengan gending yang diciptakan oleh Ki Nartosabdo," ucap Mahendra.
Gondrong Gunarto selaku komposer mengatakan bahwa pertunjukan ini diselenggarakan sebagai penghormatan Ki Nartosabdo serta mendekatkan gending-gending karawitan pada pendengar generasi muda. Ia menambahkan bahwa gaya kerakyatan gending-gending Ki Nartosabdo yang membumi sampai ke akar rumput menjadikan konser ini mudah dinikmati oleh masyarakat Pacitan dan sekitarnya.
"Konser ini sebagai penghormatan atas dedikasi dan jasa besar Ki Nartosabdo dalam mempopulerkan kesenian tradisi gending karawitan khas Jawa, selain itu juga sebagai sarana menjaga serta mendekatkan seni budaya tradisi kepada generasi muda," ucap Gunarto.
Untuk diketahui, konser yang digelar secara gratis ini berkolaborasi dengan sejumlah musisi Tanah Air untuk bersama melakukan penghormatan terhadap Ki Nartosabdo, antara lain Dimas Arie Perdana alias Selagood dan Fanny Soegiharto. Konser ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Sebelumnya di 2023 Gondrong Gunaro juga sukses menggelar Slendhang Biru Tak Pernah Usai di Benteng Pendhem Van Den Bosch, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
"Terasa sangat spesial konser ini digelar di Pacitan, yakni tempat tumbuh dan berkembangnya kebudayaan dan seni pertunjukan rakyat. Pacitan adalah kawasan budaya yang khas. Ekspresi-ekspresi seni yang ada di Pacitan selaras dengan gending yang diciptakan oleh Ki Nartosabdo," ucap Mahendra.
Gondrong Gunarto selaku komposer mengatakan bahwa pertunjukan ini diselenggarakan sebagai penghormatan Ki Nartosabdo serta mendekatkan gending-gending karawitan pada pendengar generasi muda. Ia menambahkan bahwa gaya kerakyatan gending-gending Ki Nartosabdo yang membumi sampai ke akar rumput menjadikan konser ini mudah dinikmati oleh masyarakat Pacitan dan sekitarnya.
"Konser ini sebagai penghormatan atas dedikasi dan jasa besar Ki Nartosabdo dalam mempopulerkan kesenian tradisi gending karawitan khas Jawa, selain itu juga sebagai sarana menjaga serta mendekatkan seni budaya tradisi kepada generasi muda," ucap Gunarto.
Untuk diketahui, konser yang digelar secara gratis ini berkolaborasi dengan sejumlah musisi Tanah Air untuk bersama melakukan penghormatan terhadap Ki Nartosabdo, antara lain Dimas Arie Perdana alias Selagood dan Fanny Soegiharto. Konser ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Sebelumnya di 2023 Gondrong Gunaro juga sukses menggelar Slendhang Biru Tak Pernah Usai di Benteng Pendhem Van Den Bosch, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
(abd)
Lihat Juga :