Deretan Prajurit TNI Jebolan Akmil 1998 Berkarier Moncer, Nomor 3 dan 5 Pengawal Jokowi
Rabu, 19 Juni 2024 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Penunjukan Aulia sebagai Asops Kaskogabwilhan III berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1470/XII/2023, yang dikeluarkan pada Senin, 18 Desember 2023.
Sepanjang kariernya, Aulia lebih banyak ditugaskan ke pasukan elite Kopassus. Tidak heran bila Aulia dinilai mumpuni mengemban pangkat Jenderal Bintang Satu. Selama 26 tahun berkarier di militer, Aulia pernah menduduki berbagai posisi strategis.
Mulai dari penempatan di Negara Kongo saat pertama kali lulus dari akademi militer sebagai Dansatgas Indo FPC XXVI F2 Kongo, kemudian Danyon II Group 1 Kopassus, Dan Detasemen Kopassus
Sempat menjabat sebagai Dandim 0623/Cilegon pada 2016 hingga 2017, Aulia kembali ke kesatuannya di Korps Baret Merah sebagai Wadan Grup 2 Kopassus, kemudian, Aslog Danjen Kopassus, dan Komandan Grup 2 Kopassus.
Lama bertugas di pasukan elite TNI AD tersebut, Aulia dipercaya menjadi Aslog Kasdam XVIII/Kasuari pada 2020-2022, Waaslog Kaskogabwilhan III, 2022-2023, kemudian Danmenchandra Akademi TN sebelum akhirnya pecah bintang menjadi Asops Kaskogabwilhan III.
![Deretan Prajurit TNI Jebolan Akmil 1998 Berkarier Moncer, Nomor 3 dan 5 Pengawal Jokowi]()
Jenderal TNI dari kesatuan Infanteri ini lahir di Kediri, Jawa Timur 16 Februari 1977. Selama mengabdi di militer, dia tercatat sebagai prajurit yang cerdas. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya.
Di antaranya, sebagai Pama Yonif Linud 431/Satria Setia Perkasa (2000–2009) diawal penugasannya sebagai prajurit TNI. Kemudian Wadandodikjur Rindam IV/Diponegoro, dan Pabandya Ops Paspampres.
Karier militernya terus meningkat, dia dipercaya menjadi Dandenwalpri Grup A Paspampres. Setelah bertugas di lingkaran istana, dia kemudian dimutasi menjadi Danyonif Mekanis 201/Jaya Yudha selama dua tahun 2015-2017.
Dia kemudian memimpin teritorial dengan menjabat sebagai Dandim 0506/Tangerang, kemudian kembali ke lingkaran Istana dengan menjabat sebagai Waaspers Danpaspampres, Waasops Danpaspampres, dan Asops Danpaspampres pada 2019–2021. Puncaknya, dia diangkat menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) periode 2021–2022.
Lama bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan, dia kemudian kembali memimpin teritorial dengan menjabat sebagai Danrem 083/Baladhika Jaya 2022–2023. Kariernya semakin moncer, dia kemudian dipercaya menjadi Aspers Kaskostrad sejak 2023 sekarang. Jabatan yang membuatnya pecah bintang menjadi Perwira Tinggi (Pati) dengan pangkat Brigjen TNI.
Selain sukses dalam karier militernya, Imam Gogor juga sosok yang sangat peduli dengan pendidikan. Sejumlah sekolah militer pernah diikutinya. Antara lain, Sesarcabif, Dik PARA, Diklapa-I, kemudian Selapa II hingga Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2012. Dia juga lulus pendidikan Susdanyon, Susdandim, dan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.
Sepanjang kariernya, Aulia lebih banyak ditugaskan ke pasukan elite Kopassus. Tidak heran bila Aulia dinilai mumpuni mengemban pangkat Jenderal Bintang Satu. Selama 26 tahun berkarier di militer, Aulia pernah menduduki berbagai posisi strategis.
Mulai dari penempatan di Negara Kongo saat pertama kali lulus dari akademi militer sebagai Dansatgas Indo FPC XXVI F2 Kongo, kemudian Danyon II Group 1 Kopassus, Dan Detasemen Kopassus
Sempat menjabat sebagai Dandim 0623/Cilegon pada 2016 hingga 2017, Aulia kembali ke kesatuannya di Korps Baret Merah sebagai Wadan Grup 2 Kopassus, kemudian, Aslog Danjen Kopassus, dan Komandan Grup 2 Kopassus.
Lama bertugas di pasukan elite TNI AD tersebut, Aulia dipercaya menjadi Aslog Kasdam XVIII/Kasuari pada 2020-2022, Waaslog Kaskogabwilhan III, 2022-2023, kemudian Danmenchandra Akademi TN sebelum akhirnya pecah bintang menjadi Asops Kaskogabwilhan III.

3. Brigjen TNI Mohammad Imam Gogor Agnie Aditya
Abituren Akmil 1998 lainnya yang memiliki karier mentereng adalah Brigjen TNI Mohammad Imam Gogor Agnie Aditya. Saat ini, dia menduduki jabatan sebagai Asisten Personel (Aspers) Kaskostrad.Jenderal TNI dari kesatuan Infanteri ini lahir di Kediri, Jawa Timur 16 Februari 1977. Selama mengabdi di militer, dia tercatat sebagai prajurit yang cerdas. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya.
Di antaranya, sebagai Pama Yonif Linud 431/Satria Setia Perkasa (2000–2009) diawal penugasannya sebagai prajurit TNI. Kemudian Wadandodikjur Rindam IV/Diponegoro, dan Pabandya Ops Paspampres.
Karier militernya terus meningkat, dia dipercaya menjadi Dandenwalpri Grup A Paspampres. Setelah bertugas di lingkaran istana, dia kemudian dimutasi menjadi Danyonif Mekanis 201/Jaya Yudha selama dua tahun 2015-2017.
Dia kemudian memimpin teritorial dengan menjabat sebagai Dandim 0506/Tangerang, kemudian kembali ke lingkaran Istana dengan menjabat sebagai Waaspers Danpaspampres, Waasops Danpaspampres, dan Asops Danpaspampres pada 2019–2021. Puncaknya, dia diangkat menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) periode 2021–2022.
Lama bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan, dia kemudian kembali memimpin teritorial dengan menjabat sebagai Danrem 083/Baladhika Jaya 2022–2023. Kariernya semakin moncer, dia kemudian dipercaya menjadi Aspers Kaskostrad sejak 2023 sekarang. Jabatan yang membuatnya pecah bintang menjadi Perwira Tinggi (Pati) dengan pangkat Brigjen TNI.
Selain sukses dalam karier militernya, Imam Gogor juga sosok yang sangat peduli dengan pendidikan. Sejumlah sekolah militer pernah diikutinya. Antara lain, Sesarcabif, Dik PARA, Diklapa-I, kemudian Selapa II hingga Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2012. Dia juga lulus pendidikan Susdanyon, Susdandim, dan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.
Lihat Juga :