Politikus Demokrat: Lawan Kita Covid, Bukan Kebebasan Berpendapat
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 14:22 WIB
loading...
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon (kiri). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Peretasan akun Twitter epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono disesalkan berbagai pihak. Pembajakan akun media sosial milik ahli wabah tersebut dinilai sebagai pembungkaman.
Menurut politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, semua pihak termasul pemerintah harus berterima kasih kepada Pandu yang selama ini dikenal rajin memberikan masukan mengenai penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).
Jansen menilai suara epidemiolog sangat sangat dibutuhkan saat pandemi saat ini. "Saya, kita semua termasuk otoritas dan pemerintah harusnya terima kasih atas tiap masukannya. Karena pandangan dan suara dari siapa pun epidemolog sangat kita butuhkan dimasa pendemi ini. Jika ada beda pendapat dan kritis, sanggah! bukan di-hack. Jika ilmuwan dibungkam yang ada kegelapan," tulis Jansen melalui akun Twitternya, @jansen_jsp, Kamis 20 Agustus 2020.(Baca juga: Twitter Ahli Wabah UI Dibajak, Fadli Zon Curiga Pelaku Peretas Akun Din )
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat ini mengaku tidak mengenal Pandu Riono. Tapi dia membaca pendapat Pandu yang disampaikan melalui Twitter.
"Saya tak kenal Pandu Riono. Tapi membaca twit dan pendapat-pendapatnya, kita malah butuh suaranya yang berbeda itu. Apalagi dibarengi dasar keilmuan kuat. Tak ada alasan membungkamnya dengan cara-cara kotor begini. Lawan kita itu Covid. Bukan kebebasan berpendapat. Bersuaralah terus Pak Doktor!" ujar Jansen. (Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Isinya Penuh Kata-kata Provokatif )
Menurut politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, semua pihak termasul pemerintah harus berterima kasih kepada Pandu yang selama ini dikenal rajin memberikan masukan mengenai penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).
Jansen menilai suara epidemiolog sangat sangat dibutuhkan saat pandemi saat ini. "Saya, kita semua termasuk otoritas dan pemerintah harusnya terima kasih atas tiap masukannya. Karena pandangan dan suara dari siapa pun epidemolog sangat kita butuhkan dimasa pendemi ini. Jika ada beda pendapat dan kritis, sanggah! bukan di-hack. Jika ilmuwan dibungkam yang ada kegelapan," tulis Jansen melalui akun Twitternya, @jansen_jsp, Kamis 20 Agustus 2020.(Baca juga: Twitter Ahli Wabah UI Dibajak, Fadli Zon Curiga Pelaku Peretas Akun Din )
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat ini mengaku tidak mengenal Pandu Riono. Tapi dia membaca pendapat Pandu yang disampaikan melalui Twitter.
"Saya tak kenal Pandu Riono. Tapi membaca twit dan pendapat-pendapatnya, kita malah butuh suaranya yang berbeda itu. Apalagi dibarengi dasar keilmuan kuat. Tak ada alasan membungkamnya dengan cara-cara kotor begini. Lawan kita itu Covid. Bukan kebebasan berpendapat. Bersuaralah terus Pak Doktor!" ujar Jansen. (Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Isinya Penuh Kata-kata Provokatif )
(dam)
Lihat Juga :