Soal Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, Kemlu: Tunggu Mandat PBB
Senin, 17 Juni 2024 - 14:40 WIB
loading...
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Roy Rolliansyah Soemirat mengatakan bahwa Indonesia menunggu adanya mandat PBB ke Palestina. Foto/reuters
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Roy Rolliansyah Soemirat mengatakan bahwa Indonesia menunggu adanya mandat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Palestina. Terutama melalui resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai pengiriman sipil/ormas ke Gaza .
"Misi perdamaian PBB hanya baru akan diterjunkan setelah ada mandat PBB, melalui Resolusi DK PBB," ujar Roy dalam keterangannya, Senin (17/6/2024).
Baca juga: Daftar 6 Pejabat AS yang Mundur karena Malu Biden Dukung Perang Israel di Gaza
"Sejauh ini PBB belum membahas isu penggelaran peacekeeping operation (PKO) di Gaza," sambungnya.
Adapun prioritas saat ini, kata Roya adalah mengupayakan terciptanya perdamaian melalui gencatan senjata. Yang tertuang dalam resolusi terbaru adalah 2735 beberapa hari lalu.
Menurutnya, pengiriman misi PBB nantinya juga selalu ditentukan dengan kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Israel Larang Pemotongan Hewan Kurban di Gaza
"Pengiriman misi PBB (baik terkait jumlah, komposisi, dan jenis keahlian) pada saatnya nanti, selalu di sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," tuturnya.
"Misi perdamaian PBB hanya baru akan diterjunkan setelah ada mandat PBB, melalui Resolusi DK PBB," ujar Roy dalam keterangannya, Senin (17/6/2024).
Baca juga: Daftar 6 Pejabat AS yang Mundur karena Malu Biden Dukung Perang Israel di Gaza
"Sejauh ini PBB belum membahas isu penggelaran peacekeeping operation (PKO) di Gaza," sambungnya.
Adapun prioritas saat ini, kata Roya adalah mengupayakan terciptanya perdamaian melalui gencatan senjata. Yang tertuang dalam resolusi terbaru adalah 2735 beberapa hari lalu.
Menurutnya, pengiriman misi PBB nantinya juga selalu ditentukan dengan kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Israel Larang Pemotongan Hewan Kurban di Gaza
"Pengiriman misi PBB (baik terkait jumlah, komposisi, dan jenis keahlian) pada saatnya nanti, selalu di sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," tuturnya.
(kri)
Lihat Juga :