Tak Ingin Solo Jadi Ajang Coba-Coba, PKS Siapkan Lawan Gibran
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 13:56 WIB
loading...
Gibran Rakabuming Raka (kiri) menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) di Rumah Dinas Jalan Widya Chandra IV No 16, Jakarta, Rabu (12/8/2020). PKS berupaya untuk menghadirkan rival bagi Gibran di Pilkada Solo. FOTO/SINDOnews/EKO PURWANTO
A
A
A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak ingin Pilkada Kota Solo dijadikan sebagai ajang coba-coba atau latihan. Maka itu, PKS berusaha menghadirkan rival bagi Gibran Rakabuming Raka .
Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada (BP3) DPD PKS Kota Surakarta, Sugeng Riyanto mengakui bahwa pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo merupakan urusan rumah tangga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Artinya dia mau calonkan siapa, dia mau munculkan siapa dalam konteks kontestasi Pilkada sepenuhnya kewenangan itu ada di sana," katanya dalam video yang diunggah PKS Jawa Tengah di YouTube pada Kamis (20/8/2020).
"Cuma barangkali kita juga bisa mengkritisi dalam konteks bahwa kita berkepentingan terhadap siapa sih yang bakal menjadi pemimpin di Kota Surakarta," kata Sugeng.(Baca juga: Pesan Zulhas ke Gibran, Selalu Gandeng Muhammadiyah-NU )
Ia mengatakan, masyarakat Solo berharap agar pemimpinnya ke depan adalah orang yang memiliki kapasitas, kapabilitas yang memadai, dan pengalaman dalam mengelola sebuah kota. "Sehingga kebijakan-kebijakan yang ke depan itu benar-benar kebijakan yang pro terhadap kepentingan ataupun memajukan kemakmuran masyarakat kota Surakarta," ujar Wakil ketua DPRD Kota Surakarta ini.
Sugeng mengungkapkan, publik pun bertanya-tanya kenapa yang dimunculkan dan mendapatkan rekomendasi dari PDIP adalah relatif pendatang baru. Karena, kata dia, Gibran selama ini sama sekali tidak dikenal di jagat perpolitikan Kota Solo.
"Tiba-tiba muncul, tiba-tiba jadi calon orang nomor satu di kota Surakarta. Ini kan publik berhak mengkritisi itu. Termasuk dalam hal ini PKS. PKS tentu tidak berharap bahwa kepemimpinan Solo ke depan ini dijadikan sebagai coba-coba, dijadikan sebagai ajang latihan," katanya.
Dia mengatakan, PKS ingin pemimpin Kota Solo adalah mereka yang sudah berpengalaman, teruji dan kemudian mendedikasikan semua pengalaman dan kemampuannya itu untuk memecahkan persoalan-persoalan kota untuk menjadi dan membawa kota Surakarta ke depan semakin maju atau moncer.(Baca juga: Silaturahmi ke PAN, Gibran: Bangun Sebuah Negara Mulai dari Solo Dulu )
Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada (BP3) DPD PKS Kota Surakarta, Sugeng Riyanto mengakui bahwa pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo merupakan urusan rumah tangga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Artinya dia mau calonkan siapa, dia mau munculkan siapa dalam konteks kontestasi Pilkada sepenuhnya kewenangan itu ada di sana," katanya dalam video yang diunggah PKS Jawa Tengah di YouTube pada Kamis (20/8/2020).
"Cuma barangkali kita juga bisa mengkritisi dalam konteks bahwa kita berkepentingan terhadap siapa sih yang bakal menjadi pemimpin di Kota Surakarta," kata Sugeng.(Baca juga: Pesan Zulhas ke Gibran, Selalu Gandeng Muhammadiyah-NU )
Ia mengatakan, masyarakat Solo berharap agar pemimpinnya ke depan adalah orang yang memiliki kapasitas, kapabilitas yang memadai, dan pengalaman dalam mengelola sebuah kota. "Sehingga kebijakan-kebijakan yang ke depan itu benar-benar kebijakan yang pro terhadap kepentingan ataupun memajukan kemakmuran masyarakat kota Surakarta," ujar Wakil ketua DPRD Kota Surakarta ini.
Sugeng mengungkapkan, publik pun bertanya-tanya kenapa yang dimunculkan dan mendapatkan rekomendasi dari PDIP adalah relatif pendatang baru. Karena, kata dia, Gibran selama ini sama sekali tidak dikenal di jagat perpolitikan Kota Solo.
"Tiba-tiba muncul, tiba-tiba jadi calon orang nomor satu di kota Surakarta. Ini kan publik berhak mengkritisi itu. Termasuk dalam hal ini PKS. PKS tentu tidak berharap bahwa kepemimpinan Solo ke depan ini dijadikan sebagai coba-coba, dijadikan sebagai ajang latihan," katanya.
Dia mengatakan, PKS ingin pemimpin Kota Solo adalah mereka yang sudah berpengalaman, teruji dan kemudian mendedikasikan semua pengalaman dan kemampuannya itu untuk memecahkan persoalan-persoalan kota untuk menjadi dan membawa kota Surakarta ke depan semakin maju atau moncer.(Baca juga: Silaturahmi ke PAN, Gibran: Bangun Sebuah Negara Mulai dari Solo Dulu )
Lihat Juga :