Politikus Gerindra Soroti Wacana Pemerintah Naikkan Cukai Hasil Tembakau
Minggu, 16 Juni 2024 - 15:20 WIB
loading...
Politikus Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang saat ini sedang dibahas pemerintah. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang saat ini sedang dibahas pemerintah. Dia mengingatkan pemerintah bijak soal tembakau karena kegiatan merokok sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat.
Sehingga, naiknya cukai rokok akan menyebabkan dampak sangat luas pada perekonomian wilayah sekitarnya. "70 persen pria Indonesia itu merokok. Itu sudah terjadi sejak zaman penjajahan dahulu. Bisa dikatakan merokok sudah menjadi bagian dari kegiatan ekonomi di Indonesia dan sudah menjadi budaya. Jika cukai rokok terus dinaikkan maka dampaknya bukan hanya dirasakan oleh perokok itu sendiri tapi juga ekosistem yang terhubung dengan perokok," ujar BHS, Minggu (16/6/2024).
Baca juga: Antara Telur dan Tembakau
Yang pertama terkena dampak adalah belanja rumah tangga yang akan berujung kepada semakin berkurangnya belanja bahan pangan bergizi kebutuhan keluarga.
"Para perokok tidak akan berhenti untuk membeli rokok. Apakah mereka mengurangi jumlahnya atau menurun ke rokok yang lebih murah, yang artinya akan memperluas pasar rokok ilegal atau mereka akan tetap membeli rokok yang sama walaupun dengan harga lebih mahal yang berkonsekuensi pada berkurangnya jatah belanja rumah tangga," ungkapnya.
Kalau belanja rumah tangga berkurang, maka pengatur belanja rumah tangga atau istri dari pria perokok akan mengurangi keperluan pribadi hingga kebutuhan rumah tangga.
Sehingga, naiknya cukai rokok akan menyebabkan dampak sangat luas pada perekonomian wilayah sekitarnya. "70 persen pria Indonesia itu merokok. Itu sudah terjadi sejak zaman penjajahan dahulu. Bisa dikatakan merokok sudah menjadi bagian dari kegiatan ekonomi di Indonesia dan sudah menjadi budaya. Jika cukai rokok terus dinaikkan maka dampaknya bukan hanya dirasakan oleh perokok itu sendiri tapi juga ekosistem yang terhubung dengan perokok," ujar BHS, Minggu (16/6/2024).
Baca juga: Antara Telur dan Tembakau
Yang pertama terkena dampak adalah belanja rumah tangga yang akan berujung kepada semakin berkurangnya belanja bahan pangan bergizi kebutuhan keluarga.
"Para perokok tidak akan berhenti untuk membeli rokok. Apakah mereka mengurangi jumlahnya atau menurun ke rokok yang lebih murah, yang artinya akan memperluas pasar rokok ilegal atau mereka akan tetap membeli rokok yang sama walaupun dengan harga lebih mahal yang berkonsekuensi pada berkurangnya jatah belanja rumah tangga," ungkapnya.
Kalau belanja rumah tangga berkurang, maka pengatur belanja rumah tangga atau istri dari pria perokok akan mengurangi keperluan pribadi hingga kebutuhan rumah tangga.
Lihat Juga :