Maju Caketum PMII, Hasnu Ibrahim Usung Penyempurnaan Organisasi

Jum'at, 14 Juni 2024 - 20:45 WIB
loading...
Maju Caketum PMII, Hasnu...
Hasnu Ibrahim resmi mendaftarkan diri dan mengembalikan berkas pencalonan Ketua Umum PB PMII periode 2024-2027 pada Kongres PMII XXI di Palembang, Sumsel, 12-14 Agustus 2024. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Hasnu Ibrahim resmi mendaftarkan diri dan mengembalikan berkas pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2024-2027 pada Kongres PMII XXI di Palembang, Sumatera Selatan, 12-14 Agustus 2024.

Pengembalian berkas kandidat ketua umum dilakukan di Kantor PB PMII, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2024) dengan didampingi sejumlah tim pemenangan.

Saat ini, Hasnu menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM periode 2021-2024. Dia merupakan kader asal PMII Kupang, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Bali dan Nusa Tenggara (Bali, NTB, dan NTT).

Baca juga: Harlah PMII, Puan Maharani: Teruslah Bertransformasi Membangun Peradaban

Hasnu mengawali prosesnya sebagai aktivis PMII pada tahun 2014 di PC PMII Kupang, Nusa Tenggara Timur, region Bali Nusra.

Artinya, mantan Ketua OSIS di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Manggarai Timur dari proses kaderisasi yang panjang dan matang sebagai intelektual organik. Tidak heran, lulusan Magister Ilmu Politik UNJ ini memiliki pandangan intelektual dan pemikiran dari beberapa bahan seperti politik, hukum, perbandingan ideologi, filsafat, kelautan dan perikanan, maritim dan sejumlah buku-buku gerakan sosial lainnya yang akrab dengan dunia aktivisme.

Dia juga memiliki kemampuan dalam menulis baik opini, berita, jurnal, dan buku. Loyalitasnya terhadap PMII terbukti dengan aktif di organisasi dan menjadi Ketua Rayon PMII, Ketua Komisariat PMII, Ketua PMII Kupang, Inisiator Pembentukan PKC PMII Persiapan NTT, dan Wakil Sekretatis Jenderal PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Abdullah Syukri.

Di luar PMII, dia juga aktif dan menjadi penggagas Pendiri Gerakan Politik Rakyat (Gerpol Rakyat), lalu Direktur Utama PT Sepang Media Indonesia, Pemimpin Redaksi Kantor Berita Sepang Indonesia, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Youth Congress (DPP IYC) Bidang Politik dan Pemerintahan, Koordinator Bidang Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Korban pada Lembaga Hukum dan HAM Pelayanan Advokasi untuk Keadilan Indonesia, Peneliti Kata Rakyat, Riset dan Konsultan yang bergerak pada isu pendidikan politik, demokrasi, dan kepemiluan.

"Sebagai kader PMII yang sedang di struktural kami memohon izin dan restu dari para anggota, kader, Ketua Rayon, Ketua Komisariat, Ketua Cabang, Ketua Pengurus Koordinator Cabang, Majelis Pembina Cabang, Majelis Pembina Daerah dan Majelis Pembina Nasional serta Ikatan Keluarga Alumni PMII se Nusantara agar mendukung dan mendoakan kami pada kongres kali ini," kata Hasnu.

Mengusung Perfectum of PMII alias penyempurnaan PMII adalah keharusan, karena PMII telah memasuki usia 64 tahun. Usia ini dianggap matang dalam menyambut PMII Emas 2060 sebagai 100 tahun PMII.

"Penyempurnaan tersebut dimulai dari metode kaderisasi, metode gerakan, metode dakwah, pangkalan data organisasi, kelembagaan dan restrukturisasi, elektronik PMII, ekosistem ekonomi organisasi dan paradigma PMII," ujarnya.

Dia juga mendorong zonasi gerakan berbasis isu-isu lokal seperti lingkungan, masyarakat adat, HAM, agraria, kelautan dan perikanan, maritim, pariwisata, pertambangan dan energi, industri dan ketenagakerjaan.

Hasnu juga menyentil pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, desentralisasi dan otonomi daerah, Omnibus Law Cipta Kerja, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), birokrasi lokal dan kesejahteraan masyarakat lokal yang bersinggungan secara langsung dengan publik.

"PMII sebagai kekuatan masyarakat sipil harus berperan aktif dalam mengawal agenda pemerintahan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan," katanya.

Ke depan, desain kepemimpinan PMII harus bermuara terhadap PMII untuk Indonesia sebagai gayung bersambut dari Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sinyal transformasi bangsa.

"Menangkan Indonesia artinya kita harus berkolaborasi dengan semua pihak untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan, gizi buruk, kualitas pendidikan, korupsi dan penegakan hukum, pemerataan pembangunan dan sejumlah problem kenegaraan lainnya," ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Purnomo Yusgiantoro...
Purnomo Yusgiantoro Siap Perkuat Organisasi Alumni Lemhannas Seluruh Indonesia
JAM PMII Laporkan Ketum...
JAM PMII Laporkan Ketum GAMKI ke Bareskrim terkait Polemik Ceramah Jusuf Kalla
Peradi Profesional Resmi...
Peradi Profesional Resmi Dideklarasikan, Jawab Tantangan Hukum Indonesia
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Slamet Ariyadi, PB IKA PMII Kubu Fathan Subchi Ajukan Kasasi
Rumah Besar Forum Organisasi...
Rumah Besar Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Resmi Terbentuk
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
PB IKA PMII Terima Bantuan...
PB IKA PMII Terima Bantuan Sapi Presiden, Salurkan 5.000 Paket Daging Ramah Lingkungan
PB IKA-PMII Gelar Pelepasan...
PB IKA-PMII Gelar Pelepasan 9 Bus Mudik Gratis 2026
Rekomendasi
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Berita Terkini
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Infografis
Jenderal AS: Kemampuan...
Jenderal AS: Kemampuan Senjata Nuklir Korut Maju Pesat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved