12 Pangdam Jaya Melenggang Jadi Jenderal TNI, 2 di Antaranya Wapres Era Soeharto

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:38 WIB
loading...
12 Pangdam Jaya Melenggang...
Sederet nama mantan Pangdam Jaya yang kariernya melesat hingga berpangkat Jenderal TNI atau jenderal bintang 4, salah satunya Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno yang juga Wapres era Soeharto. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sederet nama mantan Pangdam Jaya yang kariernya melesat hingga berpangkat Jenderal TNI atau jenderal bintang 4. Nama-namanya bisa ditelusuri mulai dari Jenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, hingga Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Seorang Pangdam Jaya yang berpangkat Mayjen TNI bertugas memimpin Kodam Jayakarta yang merupakan komando kewilayahan pertahanan meliputi Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: 16 Pangdam Jaya yang Kariernya Melesat hingga Berpangkat Letjen TNI, Siapa Saja?

Melihat sejarahnya, Kodam Jaya sudah banyak dipimpin Perwira Tinggi (Pati) TNI AD yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya melenggang hingga berpangkat bintang 4 atau Jenderal TNI. Siapa sajakah mereka?

Pangdam Jaya yang Melenggang Jadi Jenderal TNI

1. Jenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah

Umar Wirahadikusumah merupakan salah satu purnawirawan Pati TNI Angkatan Darat. Puncak karier militernya didapat ketika menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1969-1973.

Sebelum itu, Umar juga sudah banyak menduduki jabatan strategis lain, salah satunya Pangdam Jaya. Pria kelahiran Situraja, Sumedang, Jawa Barat, 10 Oktober 1924 ini menjadi Pangdam Jaya periode 1959-1965. Setelah itu, Umar ditunjuk menjadi Pangkostrad (1965-1967).

Umar pensiun dari militer dengan pangkat terakhir Jenderal TNI. Setelah purnatugas, dia diberi mandat sebagai Wakil Presiden (Wapres) periode 1983-1988.

2. Jenderal TNI (Purn) Amir Machmud

Amir Machmud menjadi Pangdam Jaya periode 1965-1969. Dia menggantikan Umar Wirahadikusumah.

Pada riwayatnya, jenderal bintang 4 kelahiran Cimahi, Jawa Barat ini merupakan saksi penandatanganan Supersemar, dokumen serah terima kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Jenderal TNI Soeharto.

Pensiun jadi tentara, Amir diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 1969-1982 hingga Ketua MPR/DPR (1982-1987).

3. Jenderal TNI (Purn) Makmun Murod

Berikutnya ada nama Jenderal TNI (Purn) Makmun Murod. Dia dikenal sebagai tokoh militer Indonesia yang cukup berpengaruh di eranya.

Sepanjang kariernya di militer, Makmun Murod meraih puncaknya ketika menjabat KSAD periode 1974-1978. Dia juga pernah menempati jabatan Pangdam Jaya periode 1969 hingga 1970.

4. Jenderal TNI (Purn) Poniman

Poniman juga pernah menduduki jabatan Pangdam Jaya. Posisi ini ditempatinya pada 1970-1973 setelah menggantikan Makmun Murod.

Setelah itu, karier Poniman di militer semakin cemerlang. Dia dipercaya menempati jabatan strategis seperti Pangkostrad (1973-1974), Pangkowilhan I (1974-1977), Deputi KSAD (1977-1980), hingga KSAD (1980-1983).

5. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

Try Sutrisno dikenal sebagai Wapres ke-6 RI. Pria kelahiran Surabaya, 15 November 1935 ini menjabat pada periode 1993-1998.

Sebelum menjadi Wapres, Try memiliki karier cemerlang di militer. Puncak kariernya didapat ketika menjadi Panglima TNI periode 1988 hingga 1993.

Try banyak menempati posisi strategis di TNI, salah satunya Pangdam Jaya pada 1982 hingga 1985.

6. Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono

AM Hendropriyono adalah tokoh intelijen dan militer Indonesia. Dia pernah menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2001-2004.

AM Hendropriyono masuk Akademi Militer Nasional (AMN) dan lulus tahun 1967. Kariernya terbilang moncer dengan sejumlah posisi strategis juga banyak ditempati.

Dia pernah menjabat Pangdam Jaya menggantikan Kentot Harsono. Hendropriyono menjadi pucuk pimpinan Kodam Jaya periode 1990-1993.

7. Jenderal TNI (Purn) Wiranto

Kemudian, ada nama Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Dia menjabat Pangdam Jaya pada 1994-1996.

Pada puncak kariernya, lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1968 ini menjabat Panglima TNI periode 1998-1999. Diangkat di era Soeharto, Wiranto menggantikan Feisal Tandjung.

8. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu merupakan KSAD periode 2002-2005. Sebelum itu, dia sudah banyak menempati posisi penting lainnya.

Salah satunya Pangdam Jaya periode 1999-2000. Setelah pensiun dari militer, Ryamizard masuk dunia politik dan menjadi menteri.

9. Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso

Berikutnya ada nama Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso. Lulusan Akmil 1975 ini pernah menjadi Pangdam Jaya tahun 2003.

Setelah itu, kariernya di militer semakin meroket. Sempat menjadi Wakil KSAD (2003), Djoko dipercaya menjadi KSAD (2005-2007) hingga Panglima TNI (2007-2010).

10. Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo

Agustadi adalah penerima Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akmil 1974. Puncak kariernya di militer didapat saat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2007-2009.

Melihat ke belakang, berbagai jabatan strategis lain juga disandang Agustadi, salah satunya Pangdam Jaya periode 2003-2006.

11. Jenderal TNI (Purn) Mulyono

Mulyono merupakan salah seorang purnawirawan Pati TNI Angkatan Darat. Dia menjadi KSAD periode 2015-2018 setelah menggantikan Gatot Nurmantyo.

Pada catatan kariernya, Mulyono pernah menjadi Pangdam Jaya. Menggantikan Erwin Hudawi Lubis, dia menjabat Pangdam Jaya tahun 2014.

12. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman

Kemudian, ada nama Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Sebelum pensiun, dia menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2021-2023.

Dudung merupakan lulusan Akmil 1988. Dia pernah menjadi Pangdam Jaya periode 2020-2021.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Digas Wapres Gibran...
Digas Wapres Gibran di Papua, Ini Spesifikasi Yadea Velax H
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Wapres Ini Segera Dimakzulkan,...
Wapres Ini Segera Dimakzulkan, Terancam Dilarang Berpolitik Seumur Hidup
Rekomendasi
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Berita Terkini
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved